LSF Edukasi Pemilihan Tontonan di Perguruan Muhammadiyah Cipondoh

Hari Putra Lida, tengah mengisi dalam acara ISF Go to School di lingkungan Perguruan Muhammadiyah, Cipondoh Kota Tangerang, Jumat, 6 November 2026.

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID — Kompleks Perguruan Muhammadiyah Cipondoh, Kota Tangerang, menggelar kegiatan “ISF Goes to School” dengan tema Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, pada Jumat, 6 November 2026.

Kegiatan tersebut diinisiasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta itu diikuti ribuan murid SMP, SMA, dan SMK, dengan menghadirkan narasumber dari Lembaga Sensor Film (LSF), Founder & Filmmakers of Langit Pictures Indonesia, Ferly Halim, dan seorang artis, Hari Putra Lida. Acara ini diinisiasi untuk memberikan edukasi penting kepada kalangan pelajar terkait pemilahan tontonan dan pemanfaatan media secara bijak.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipondoh, Edi Yanto menyampaikan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara unsur lembaga dengan menggandeng instansi terkait untuk mengadakan gerakan literasi sensor mandiri, yang salah satu muatannya diisi dengan pemutaran film Fatima serta sesi diskusi interaktif.

“Kegiatan literasi ini sangat penting, mengingat saat ini para siswa memerlukan pemahaman mendalam mengenai batasan dan konten media yang layak ditonton,” kata Edi Yanto, saat ditemui di sela-sela acara.

Dikatakannya, kegiatan ini melibatkan ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh, yaitu, Siswa SMP Muhammadiyah 4, Siswa SMA Muhammadiyah 2 dan Siswa SMK Muhammadiyah 1, Cipondoh.

“Di masa-masa anak-anak remaja seperti ini, sangat butuh edukasi terkait dengan tontonan, agar mereka terhindar dari tontonan-tontonan yang mengandung unsur negatif, kekerasan, dan lain sebagainya,” ujar Edi.

Ia menyampaikan, kehadiran lembaga sensor film tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan langsung mengenai cara mengenali bagian konten film yang diperbolehkan maupun yang tidak diperbolehkan.

Edi menyebut, bahwa skala kegiatan ini tergolong istimewa dan baru pertama kali diadakan secara gabungan di kompleks perguruan tersebut. Biasanya, sosialisasi serupa dilakukan secara mandiri oleh masing-masing sekolah atau institusi secara terpisah.

Dengan menggandeng lembaga sensor film secara langsung, tambah Edi, pihaknya berharap para siswa dapat menyerap informasi secara komprehensif mengenai etika menonton.

“Harapannya anak-anak mendapatkan informasi dan paham betul bagaimana menggunakan atau menonton film maupun media sosial, sehingga mereka terhindar dari hal-hal yang pada ujungnya berdampak negatif pada diri mereka,” pungkas Edi.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Tangerang Cipondoh, Rahmat, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan program “ISF Go to School” yang diinisiasi oleh LSF.
“Ya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pencerahan kepada para pelajar mengenai cara memilih tontonan film yang layak sesuai dengan usia anak,” ujar Rahmat.

“Jadi kegiatan ini mengedukasi bagaimana anak-anak ini bisa mandiri memilih film-film apa yang layak mereka tonton,” sambungnya.

Kehadiran para narasumber profesional tersebut, kata Rahmat, tidak hanya menjadi hiburan interaktif bagi para siswa, tetapi juga memberikan pencerahan mendalam.

Para pelajar diedukasi mengenai cara membangun komunikasi yang baik dengan para pembuat film, sekaligus membuka wawasan bagi siswa yang memiliki ketertarikan untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan kelak berkarier sebagai pembuat film (filmmaker) di masa depan.

“Adanya acara ini setidaknya mereka mendapat pencerahan, apa yang layak mereka tonton dan apa yang tidak layak,” pungkasnya.(*)

 

 

 

Pos terkait