TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang dengan komunitas penyandang disabilitas dinilai memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha bagi penyandang disabilitas.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Tangerang, Tira. Ia mengapresiasi keterlibatan Baznas dalam berbagai kegiatan pemberdayaan komunitas tunarungu.
Menurutnya, kerja sama tersebut telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Berbagai bentuk dukungan diberikan Baznas, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan kegiatan komunitas, hingga pengembangan usaha bagi penyandang disabilitas.
“Sebetulnya kegiatan ini sangat bagus sekali. Kami juga pernah berkolaborasi dengan Baznas dengan tujuan memberikan pekerjaan untuk teman-teman disabilitas, termasuk kegiatan kewirausahaan bagi teman-teman Gerkatin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk dukungan Baznas adalah memberikan pelatihan keterampilan menjahit bagi penyandang tunarungu. Selain itu, terdapat pula bantuan untuk pengembangan usaha di bidang kuliner, termasuk dukungan terhadap kegiatan kafe.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, Baznas juga kerap membantu penyelenggaraan kegiatan Gerkatin melalui dukungan konsumsi dan kebutuhan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat aktivitas komunitas.
Tira menyebutkan, pada 2015 terdapat sekitar 50 orang yang terlibat dalam kegiatan kolaborasi bersama Baznas. Sementara pada peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBI) tahun lalu, sekitar 200 orang hadir dalam kegiatan yang turut mendapat dukungan Baznas.
Ia berharap, kerja sama tersebut dapat terus diperluas, terutama dalam membuka akses ketenagakerjaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, kesempatan kerja masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi komunitas disabilitas. Sebab, mereka juga memiliki kemampuan untuk bekerja dan mengembangkan usaha apabila mendapatkan kesempatan serta pendampingan yang memadai.
“Harapan saya, Baznas bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk teman-teman disabilitas, terutama mereka yang usianya sudah lanjut, 60 tahun ke atas. Ini penting agar teman-teman disabilitas bisa setara dengan teman-teman lainnya yang bisa mendengar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Gerkatin merupakan organisasi yang menaungi komunitas tunarungu. Di Kota Tangerang, organisasi tersebut memiliki kepengurusan tingkat cabang atau DPC, yang menjadi bagian dari struktur organisasi Gerkatin di Provinsi Banten.
Tira berharap, dukungan Baznas tidak hanya berhenti pada bantuan kegiatan, tetapi juga semakin diarahkan pada program pemberdayaan berkelanjutan. Dengan begitu, penyandang disabilitas memiliki kesempatan lebih luas untuk mandiri secara ekonomi dan memperoleh kehidupan yang setara di tengah masyarakat. (*)











