CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel menyiapkan 40 rumah sakit untuk mendukung pelayanan kesehatan selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 31 rumah sakit di Tangsel dan sembilan rumah sakit penyangga di luar wilayah Kots Tangsel.
Selain rumah sakit, Dinkes juga menyiagakan 35 puskesmas, 79 unit ambulans, serta 237 personel tenaga medis untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perhelatan olahraga tingkat Provinsi Banten tersebut.
Diketahui, Kota Tangsel akan menjadi tuan rumah Porprov VII Banten 2026 yang berlangsung pada 15-23 November 2026. Sebanyak 60 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan dengan dukungan 70 venue yang telah disiapkan.
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Henalin Mahdaniar mengatakan, puluhan rumah sakit tersebut disiapkan untuk memastikan atlet, ofisial, panitia, maupun pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Total ada 40 rumah sakit, 31 di Tangsel dan sisanya di luar Tangsel,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 5 November 2026.
Allin menambahkan, tenaga medis yang disiagakan terdiri dari dokter, perawat hingga pengemudi ambulans. Mereka akan ditempatkan di setiap venue pertandingan untuk mengantisipasi kondisi darurat maupun kejadian yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.
“Kesiapan ini dilakukan untuk memastikan atlet maupun pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov mendapatkan pelayanan kesehatan apabila dibutuhkan,” tambahnya.
Menurutnya, kesiapan personel dan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya meminimalkan risiko gangguan kesehatan maupun cedera selama pertandingan. Dengan demikian, seluruh rangkaian Porprov diharapkan dapat berlangsung aman.
Aspek keselamatan atlet juga menjadi perhatian khusus. Terlebih, adanya kejadian atlet meninggal dunia saat mengikuti perhelatan olahraga di Jawa Tengah menjadi pengingat pentingnya mengutamakan kondisi kesehatan peserta.
Allin mengimbau atlet, wasit, dan panitia agar tidak memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan.
“Kita lebih mengimbau kepada atlet, wasit dan panitia. Jadi, sebenarnya kita lebih ke mengantisipasi, mungkin lebih mengingatkan pada saat ada peserta yang memang sudah tidak bisa menjalankan pertandingan, ya mungkin itu yang harus kita paling jangan dipaksakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten Agus Rasyid mengatakan, pembukaan Porprov VII Banten 2026 akan dikemas berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Salah satu agenda yang menjadi ciri khas adalah kirab obor yang akan melintasi sejumlah kabupaten dan kota di Banten sebelum berakhir di Kota Tangsel.
“Dari sebelum ini ada kirab obor dulu di seluruh kota kabupaten. Itu juga sebetulnya mengimbau bahwa tanggal 15 itu ada Porprov. Jadi kita tur obor dari kota ke kota lain dan berakhir di sini,” ujarnya.
Menurutnya, kirab obor tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian pembukaan, tetapi juga sarana promosi sekaligus mengajak masyarakat Banten untuk turut menyemarakkan pesta olahraga terbesar di Provinsi Banten tersebut.
“Porprov VII Banten ini memang beda dengan sebelumnya, salah satunya jumlah cabor paling banyak,” tambahnya. (*)
Reporter : Tri Budi








