Kondisi Memprihatinkan SDN Kutabumi 3 Tangerang, Pilar Retak dan Besi Berkarat Ancam Keselamatan Siswa

Kondisi SDN Kutabumi 3 Tangerang memprihatinkan akibat pilar retak dan besi berkarat. Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan segera turun tangan demi keselamatan siswa. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kondisi bangunan SDN Kutabumi 3, Kabupaten Tangerang, menuai kekhawatiran mendalam.

 

Bacaan Lainnya

Sejumlah pilar penyangga pada bangunan sekolah dua lantai tersebut mengalami keretakan parah, hingga besi di dalamnya tampak berkarat dan terkelupas.

 

Kepala SDN Kutabumi 3 Abdul Hadi mengungkapkan, kerusakan struktur bangunan ini sudah dirasakannya sejak ia mulai bertugas di sekolah tersebut pada tahun 2024.

 

Bangunan tua kelas bawah tersebut diketahui mendapat tambahan lantai atas yang memuat empat ruang kelas, sehingga diduga tidak mampu menahan beban berat secara optimal.

 

“Kekhawatiran saya itu dilihat dari pilar bangunan bawahnya seolah-olah kurang kekuatannya untuk menahan bobot bangunan atas. Pilar-pilar itu pada meletek (retak dan pecah) semua, kelihatan besi-besinya,” ujar Abdul Hadi saat ditemui wartawan, Kamis, 5 November 2026.

 

Abdul Hadi menambahkan, kerusakan pada hampir setiap pilar tersebut semakin hari kian parah.

 

Bahkan, bagian cor-coran bangunan di sisi belakang sekolah sudah rontok dan memperlihatkan besi penopang yang telah berkarat karena terpapar cuaca.

 

Padahal, ruang kelas di lantai bawah maupun atas aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan sistem shift pagi dan siang.

 

Kondisi ini membuat pihak sekolah merasa waswas akan potensi bahaya yang mengancam keselamatan para siswa dan guru.

 

Terkait kondisi ini, pihak sekolah mengaku telah berupaya melaporkan kerusakan tersebut kepada pengawas sekolah yang baru agar diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

 

Meskipun sempat ada peninjauan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dari Dinas Pendidikan pada masa lalu, peninjauan tersebut dilakukan sebelum kerusakan bangunannya separah saat ini.

 

Hingga kini, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut nyata dari instansi terkait guna mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

 

“Harapan saya mudah-udahan ada realisasi dari Dinas Pendidikan atau tersampaikan supaya bisa ditinjau ya seperti apa kekuatannya. Setidaknya mengantisipasi bangunan itu karena keadaannya sudah membahayakan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait