Bukan Sekadar Belajar, SMPN 1 Pagedangan Cetak Siswa Kreatif dan Berani Berkarya

KOKURIKULER : SMPN 1 Pagedangan, memiliki cara belajar yang bisa mengasah kemampuan siswa dan juga kreativitas siswa. Randy/Bantenrkspres.co.id

PAGEDANGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMP Negeri 1 Pagedangan terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan diri melalui berbagai kegiatan kokurikuler. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi siswa untuk tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan ilmu yang diperoleh melalui berbagai aktivitas kreatif dan produktif.

 

Bacaan Lainnya

Melalui kegiatan kokurikuler, para siswa diberikan kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, berkreasi, berkolaborasi, hingga menampilkan hasil karya mereka. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta kepercayaan diri peserta didik.

 

Kepala SMPN 1 Pagedangan Baehaki mengatakan, bahwa kegiatan kokurikuler memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga perlu memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

 

“Melalui kegiatan kokurikuler, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada peserta didik. Anak-anak tidak hanya belajar mendengarkan penjelasan guru atau memahami teori, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mencoba, membuat sesuatu, berkreasi, dan menghasilkan karya. Dari proses tersebut, mereka bisa belajar banyak hal yang mungkin tidak sepenuhnya didapatkan melalui pembelajaran di dalam kelas,” ujar Baehaki kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 5 November 2026.

 

Ia menjelaskan, setiap peserta didik memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Karena itu, sekolah berupaya memberikan ruang agar seluruh siswa dapat mengembangkan bakat serta minatnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

 

“Kami percaya bahwa setiap anak mempunyai kelebihan dan potensi tersendiri. Tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama dalam bidang akademik, tetapi bisa saja mereka mempunyai kreativitas, kemampuan berkomunikasi, keterampilan seni, maupun keunggulan lainnya. Nah, melalui kegiatan seperti ini, kami ingin potensi tersebut bisa muncul dan terus berkembang,” jelasnya.

 

Baehaki menambahkan, salah satu nilai penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan kokurikuler adalah keberanian siswa dalam menunjukkan hasil karya. Sebab, tidak sedikit peserta didik yang sebenarnya mempunyai ide dan kemampuan, tetapi masih merasa malu atau kurang percaya diri untuk menampilkannya di hadapan orang lain.

 

“Kepercayaan diri itu perlu dibangun sejak dini. Kami ingin anak-anak berani menyampaikan pendapat, berani mencoba sesuatu yang baru, dan tidak takut ketika harus menunjukkan hasil pekerjaannya. Kalaupun hasilnya belum sempurna, itu bukan masalah. Justru dari proses mencoba, melakukan kesalahan, kemudian memperbaikinya, mereka akan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berharga,” ungkapnya.

 

Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar bekerja sama. Dalam proses menghasilkan sebuah karya, mereka dituntut untuk saling bertukar pikiran, membagi tugas, menghargai pendapat teman, serta menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.

 

“Di sini bukan hanya hasil akhirnya yang kami lihat, tetapi juga bagaimana proses anak-anak bekerja. Mereka belajar berkomunikasi, berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun kekompakan. Kemampuan bekerja sama seperti ini sangat penting karena nantinya akan menjadi bekal bagi mereka ketika melanjutkan pendidikan maupun terjun ke lingkungan masyarakat,” tuturnya.

 

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, guru juga memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, motivasi, serta arahan agar siswa semakin berani mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki.

 

“Kami berharap para guru terus memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa. Jangan sampai anak-anak hanya terpaku pada satu kemampuan saja. Berikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan kreativitas, dan mencoba berbagai pengalaman positif. Tugas kita sebagai pendidik adalah mendampingi dan membantu mereka menemukan potensi terbaiknya,” katanya.

 

Baehaki berharap, melalui kegiatan kokurikuler, peserta didik SMPN 1 Pagedangan dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, komunikatif, serta memiliki keberanian untuk berkarya.

 

“Harapan kami, anak-anak tidak hanya menjadi siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter yang baik, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami ingin mereka memahami bahwa belajar bukan sekadar mendapatkan nilai, melainkan bagaimana ilmu dan kemampuan yang dimiliki bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Randy Yastiawan

Pos terkait