Tangsel Catat Inflasi 1,47 Persen, Pemkot Siaga Pantau Harga Pokok

Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo (tengah) foto bersama dengan peserta rapat sinergitas dan strategi pengendalian inflasi Kota Tangsel menghadapi hari raya Idul Adha 2026. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel memastikan kondisi inflasi daerah hingga pertengahan Mei 2026 masih terkendali. Berdasarkan hasil rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), angka inflasi Kota Tangsel tercatat berada di kisaran 1,47 persen.

Sekretaris Daerah yang juga Ketua Harian TPID Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat masih relatif aman meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga secara fluktuatif.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah inflasi kita masih sangat terjaga. Saat ini ada di angka 1,47 persen,” ujarnya kepada wartawan seusai memimpin rapat sinergitas dan strategi pengendalian inflasi Kota Tangsel menghadapi hari raya Idul Adha 2026 di Aula Blandongan, Balai Jota, Kamis, 21 Mei 2026.

Bambang menambahkan, salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi adalah kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dari produsen hingga sampai ke konsumen.

“Yang kita jaga itu distribusinya. Jangan sampai ada hambatan seperti jalan rusak atau kendala distribusi lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus memantau sirkulasi pasokan antara produsen, distributor, hingga pedagang agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran. “Alhamdulillah selama fungsi TPID berjalan, sejauh ini belum ada persoalan signifikan yang memicu lonjakan harga,” jelasnya.

Meski demikian, Bambang mengakui sejumlah komoditas pangan masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah, seperti minyak goreng, bawang, beras, daging sapi, ayam dan telur.

Menurutnya, kenaikan harga pada beberapa komoditas umumnya dipengaruhi faktor pasokan dan tingginya permintaan pasar. Salah satunya daging sapi yang kerap mengalami lonjakan harga karena Kota Tangsel bukan daerah produsen.

“Kalau daging sapi biasanya memang karena kita bukan daerah produsen. Karena itu kerja sama antardaerah dengan wilayah penghasil komoditas sangat penting,” tuturnya.

Bambang mengaku, pihaknya bersama dinas terkait akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga menjelang bulan berikutnya.

“Hari Senin nanti kami juga akan turun melakukan pengecekan langsung supaya bisa diketahui komoditas apa yang perlu diwaspadai,” tuturnya.

Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa bahan pokok, Bambang memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap inflasi daerah.
“Ada beberapa yang naik, tapi masih fluktuatif dan tetap terkendali. Ini yang terus kami jaga supaya tidak menjadi persoalan besar,” tutupnya. (*)

Reporter : Tri Budi

Pos terkait