SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, mencatat Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pada triwulan pertama telah mencapai Rp3,6 triliun atau 16,49 persen.
Sedangkan untuk target PMA dan PMDN secara keseluruhan di tahun ini mencapai Rp21,7 triliun, yang dipastikan bisa tercapai karena banyaknya potensi yang bisa digali untuk dikembangkan.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang Wawan Ihwanudin mengatakan, secara rinci untuk PMA ditargetakan Rp13,180 triliun baru tercapai pada triwulan pertama Rp1,874 triliun atau 14,9 persen, dan PMDN ditargetkan Rp8,530 triliun baru tercapai di triwulan pertama Rp1,742 triliun atau 20,05 persen.
“Kalau secara keseluruhan target tahun ini PMA dan PMDN mencapai Rp21,710 triliun, baru terealisasi di triwulan pertama Rp3,616 triliun atau 16,49 persen, kita optimis tercapai,” katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Senin 18 Mei 2026.
Wawan mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan realisasi PMA dan PMDN, salah satunya gencar melakukan sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kepada para penanam modal.
Karena setiap investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Serang, dengan presentasi penanaman modal di atas Rp1 miliar wajib membuat LKPM dan melaporkannya.
“Seperti sekarang sudah mulai aktif membuat LKPM untuk triwulan kedua, nanti pelaporannya di Juli dari tanggal 1 sampai 15 Juli. Tapi, mereka itu suka lupa membuat LKPM nya, makanya akan kita lakukan pendampingan karena wajib, membuat LKPM tidak susah hanya tinggal diinput aja lewat OSS,” ujarnya.
Dikatakan Wawan, pihaknya rutin mengikuti acara atau kegiatan dari pemerintah pusat maupun swasta, yang berkaitan dengan investasi serta melakukan publikasi melalui media sosial terkait kemudahan berinvestasi di Kabupaten Serang.
Hal itu dilakukan supaya bisa menarik para investor agar mau menanamkan modalnya di Kabupaten Serang, selain itu pihaknya juga akan memudahkan proses perizinan bagi para investor.
“Kita juga memasang banner atau Billboard di lokasi strategis seperti di Bandara, ketika orang mendarat di Jakarta atau turun dari pesawat itu mereka lihat langsung. Selain itu mekanisme proses perizinan juga amat sangat mudah sekarang bisa dilakukan di mana saja,” ucapnya. (*)










