SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pengamat Kebijakan Publik Syaeful Bahri, memberikan nilai positif terhadap kinerja satu tahun Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
Ada capaian positif yang patut diapresiasi seperti peningkatan iklim investasi, melihat dari keberhasilan paling menonjol ditunjukkan melalui raihan, Kepala Daerah Inovatif 2026 dalam program Kemudahan Perizinan Berusaha bagi Investor.
“Atas peraihan penghargaan tersebut artinya ada regulasi yang kondusif, yang berhasil menarik minat pasar dan memperkuat Kabupaten Serang, sebagai zona industri utama di Provinsi Banten,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin 18 Mei 2026.
Syaeful Bahri mengatakan, capaian kinerja bagus juga terlihat dari adanya penyegaran birokrasi dan tata kelola, langkah taktis melakukan mutasi dan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV pada awal Januari 2026.
“Serta ada juga penunjukan sekretaris daerah atau Sekda definitif yang baru, berhasil memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan dan mempercepat akselerasi program kerja,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Syaeful Bahri, adanya komitmen terkait insentif garda terdepan sebagai realisasi janji kampanye, terkait penguatan anggaran untuk insentif guru ngaji, guru madrasah atau MDTA, dan kader Posyandu, sejauh ini berjalan konsisten sebagai bentuk apresiasi terhadap pelayan dasar masyarakat.
“Terkahir sinergi lintas sektoral, komitmen aktif melakukan audiensi ke Kementerian Kesehatan RI untuk peningkatan faskes dan SDM medis, serta koordinasi langsung dengan Kementerian Pariwisata RI guna mendongkrak destinasi wisata lokal menuju standar internasional,” ucapnya.
Meskipun pihaknya memberikan apresiasi namun ada catatan rekomendasi untuk evaluasi, Syaeful Bahri mengatakan, catatan itu yakni ketimpangan dan kerusakan infrastruktur seperti pada peristiwa robohnya bangunan sekolah salah satunya di SMPN 2 Cikeusal.
Catatan ini menjadi alarm keras bahwa pemetaan dan perbaikan fasilitas pendidikan, serta jalan di wilayah pelosok belum sepenuhnya merata dan membutuhkan percepatan penanganan.
“Kemudian masalah pengangguran lokal, meski angka investasi meroket, penyerapan tenaga kerja lokal belum sepenuhnya maksimal. Hal ini selaras dengan catatan dari DPRD Kabupaten Serang dalam sidang LKPJ 2025, yang menekankan perlunya strategi konkret mengatasi masalah pengangguran,” tuturnya.
Tidak ada hanya itu, kata Syaeful Bahri, catatan lainnya pada sinkronisasi program pusat dan daerah, sebagai wilayah industri dengan dinamika sosial tinggi Pemkab Serang dituntut untuk bekerja ekstra keras dalam mengawal program prioritas nasional.
“Seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG dan pemenuhan layanan kesehatan tanpa diskriminasi itu penting, agar tepat sasaran di tingkat desa,” katanya.
Syaeful Bahri menyebutkan, terdapat rekomendasi untuk tahun kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Serang, seperti menggunakan skala prioritas berbasis data.
Pemkab Serang diminta segera mengalokasikan Anugerah Pajak Daerah 2026, yang berhasil dihimpun untuk merehabilitasi total gedung-gedung sekolah rusak secara darurat.
“Kemudian optimalkan link and match industri, menghubungkan tingginya pertumbuhan investasi dengan pembukaan Balai Latihan Kerja atau BLK, spesifik agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Terakhir, pertahankan transparansi publik dengan cara memperkuat keterbukaan informasi publik pasca evaluasi dari DPRD, agar kepercayaan masyarakat pasca Pilkada dramatis tahun lalu tetap terjaga dengan baik,” ujarnya. (*)










