TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang memproyeksikan penurunan permintaan Sapi. Faktornya, tingginya harga sapi menjelang Hari Raya Idul Adha yang mencapai Rp25 juta per ekor.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan, tingginya harga per ekor Sapi membuat permintaan menurun jelang Hari Raya Kurban.
“Kalau lihat permintaannya trennya menurun, ya, terutama di sapi. Jumlah permintaan sapi agak turun walaupun tidak terlalu banyak lah. Kalau proyeksinya kira-kira mungkin sekitar 10 persen,” katanya, Senin 18 Mei 2026.
Namun, kata dia, masyarakat akan lebih memilih kambing dan domba meningkat sebagai hewan kurban. Ujang menyebutkan, secara keseluruhan kebutuhan akan hewan kurban belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Kalau lihat perkembangan tahun lalu itu, tahun lalu sekitar 32.000-an yang ada di Kabupaten Tangerang. Termasuk sapi, kambing, domba, kerbau lah ya, total itu kurang lebih 32.000. Tahun ini juga mungkin enggak jauh berbeda, seperti itu,” katanya.
Ujang memaparkan, penurunan permintaan akan sapi belum bisa dijadikan acuan akan pertumbuhan ekonomi. Ia optimistis permintaan hewan kurban secara keseluruhan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini total di bawah 32.000. Tapi kan bisa saja nanti di sisi yang lain kambingnya meningkat, gitu kan. Kalau saya lihat sih sepertinya, mungkin juga, tapi kayaknya pengaruhnya kecil. Harga sapi kan sekarang harganya meningkat, berubah gitu. Jadi, mungkin itu juga salah satu yang mempengaruhi. Mungkin masyarakat Kabupaten Tangerang nanti akan lebih banyak ke kambing atau domba,” katanya.
Salah satu pembeli hewan kurban asal Kecamatan Cisoka, Pahrudin mengaku, harga sapi saat ini terhitung tinggi dibandingkan tahun lalu. “Kalau tahun haga di Rp21 juta, sekarang Rp25 juta, itu ukuran sedang. Ini lagi nyari sapi buat kurban yang cocok harganya,” akunya.(*)










