Ciptakan Kemandirian Ekonomi Warga, Dinsos Gelar Pelatihan Pangkas Rambut

Peserta pelatihan saat mempraktikkan pangkas rambut di pelataran Dinsos Kota Tangerang, Senin, 18 Mei 2026.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya. Kali ini, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diberikan pelatihan pangkas rambut. Hal itu sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pelatihan tersebut cukup tinggi. Dari total 89 pendaftar secara online, pihaknya hanya menerima 50 peserta sesuai kuota yang tersedia.

“Peserta yang mendaftar berasal dari sekitar 10 kecamatan di Kota Tangerang. Mereka masyarakat umum, termasuk ada tiga orang PPKS hasil pembinaan Dinas Sosial,” kata Acep saat ditemui, Senin 18 Mei 2026.

Dia menuturkan, program pelatihan pangkas rambut telah berjalan sejak 2020. Hingga tahun 2026, total peserta yang telah mengikuti pelatihan mencapai 253 orang.

“Tahun ini ada 50 peserta. Alhamdulillah, beberapa alumni sudah berhasil membuka usaha sendiri. Salah satunya Saudara Aceng yang hari ini menjadi role model bagi peserta lainnya,” ujarnya.

Selain membuka usaha mandiri, kata Acep, sejumlah alumni juga telah dipercaya bekerja di berbagai tempat. Bahkan, ada tujuh alumni yang diminta memberikan pelatihan kepada para santri di pesantren.

“Yang berbeda tahun ini, para peserta nantinya akan diarahkan untuk magang langsung di tempat usaha para instruktur, sehingga kemampuan mereka semakin matang sebelum terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Selain pelatihan pangkas rambut, Dinas Sosial Kota Tangerang juga memiliki program pelatihan keterampilan lainnya seperti tata boga dan pijat.

“Setelah pelatihan cukur rambut ini selesai, kami akan membuka pelatihan tata boga. Harapan kami masyarakat bisa memberdayakan diri sendiri, memiliki keterampilan, dan membuka lapangan usaha sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Icha mengaku merasakan manfaat besar setelah mengikuti program tersebut. Sebelumnya ia hanya berjualan kopi keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Awalnya saya cuma dagang kopi keliling. Sebelumnya juga sempat kerja di salon bagian pijat. Waktu ada program pelatihan cukur rambut dari Dinsos, saya ikut dan alhamdulillah diterima,” ujar Icha.

Ia mengaku pendapatannya kini meningkat signifikan setelah memiliki keterampilan pangkas rambut.

“Kalau jual kopi, sehari kadang cuma Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Tapi setelah bisa cukur rambut, penghasilan bisa Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari,” katanya.

Tak hanya itu, Icha juga aktif membantu pasien kanker yang hendak menjalani kemoterapi maupun operasi dengan mencukur rambut mereka secara sukarela.

“Kalau ada pasien mau operasi atau habis kemo, biasanya saya bantu cukurin dan rapihin rambutnya. Buat saya ini sangat bermanfaat, bukan cuma untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain,” ucapnya.

Icha yang merupakan alumni angkatan 2025 berharap, program pelatihan tersebut terus berlanjut agar semakin banyak warga Kota Tangerang yang memiliki keterampilan dan peluang usaha baru.

“Semoga pelatihan seperti ini terus ada karena sangat membantu masyarakat,” tandasnya.(*)

 

Pos terkait