Damkar Kota Tangsel Siapkan Mobil Edukasi Kebakaran untuk Anak TK

Damkar Kota Tangsel Siapkan Mobil Edukasi Kebakaran untuk Anak TK
Satu unit mobil damkar Kota Tangsel yang sudah tidak aktif akan di bangun atau dibuat menjadi mobil edukasi kebakaran untuk anak-anak taman kanak-kanak (TK). Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel mengusulkan penambahan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) dalam APBD Perubahan 2026.

Usulan tersebut dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan masih adanya sejumlah fasilitas operasional yang belum memenuhi standar sesuai ketentuan Permendagri terkait sarpras kebencanaan dan pemadam kebakaran.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel Achmad Dohiri mengatakan, salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah alat komunikasi berupa handy talky (HT) untuk mendukung koordinasi petugas di lapangan saat operasi pemadaman dan penyelamatan berlangsung.

“Selama ini petugas di lapangan masih banyak menggunakan handphone untuk komunikasi. Padahal HT itu sangat vital dalam operasi pemadaman,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.CO.ID, Minggu, 17 Mei 2026.

Dohiri menambahkan, pihaknya mengusulkan pengadaan sekitar 60 unit HT yang akan digunakan oleh personel di setiap armada pemadam, termasuk komandan regu dan pejabat terkait. Setiap unit mobil pemadam nantinya minimal dilengkapi dua HT untuk mendukung komunikasi antarpetugas.

“Unit aktif kita saat ini ada sekitar 16 armada. Jadi kebutuhan HT cukup banyak agar koordinasi lebih efektif,” tambahnya.

Selain pengadaan HT, Damkar Tangsel juga mengusulkan perbaikan repeater atau penguat sinyal komunikasi yang saat ini mengalami kerusakan. Total kebutuhan anggaran untuk pengadaan HT beserta perawatan repeater diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

Tidak hanya itu, Damkar Kota Tangsel juga berencana merekondisi satu unit mobil pemadam yang sudah tidak aktif menjadi mobil edukasi kebakaran untuk anak-anak taman kanak-kanak (TK). Selama ini kegiatan edukasi menggunakan armada pemadam aktif yang dinilai memiliki risiko keselamatan cukup tinggi bagi anak-anak.

“Anak-anak TK biasanya senang naik mobil pemadam dan ikut simulasi menyemprot air. Tapi kalau pakai armada biasa cukup berisiko karena tidak ada pengamanan khusus,” jelasnya.

Mobil edukasi tersebut nantinya akan dimodifikasi menjadi dua lantai lengkap dengan kursi dan pagar pengaman. Armada itu diperkirakan mampu menampung hingga 30 anak dalam sekali kegiatan edukasi.

“Kalau dibuat dua lantai bisa menampung sekitar 30 anak. Jadi lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.

Untuk proses rekondisi mobil edukasi tersebut, Damkar Tangsel memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp400 juta.

Selain sarana komunikasi dan mobil edukasi, Damkar Kota Tangsel juga mengusulkan penambahan alat Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau alat bantu pernapasan bagi petugas pemadam. Kebutuhan ini dinilai penting mengingat masih sering terjadi petugas kelelahan hingga kekurangan oksigen saat menangani kebakaran besar.

“Kita sebenarnya punya tabung oksigen, tapi alat pengisinya sudah rusak. Jadi ini juga sangat penting untuk keselamatan petugas,” ungkapnya.

Saat ini Damkar Kota Tangsel baru memiliki lima tabung SCBA aktif. Dalam usulan perubahan anggaran, jumlah tersebut akan ditambah lima unit lagi beserta alat pengisi oksigennya. Kebutuhan anggaran untuk pengadaan SCBA dan perangkat pendukung diperkirakan sekitar Rp400 juta.

Secara keseluruhan, total kebutuhan anggaran tambahan sarpras Damkar Tangsel dalam APBD Perubahan 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

“Ini kebutuhan yang sifatnya vital untuk operasional dan keselamatan petugas,” tegasnya.

Saat ini Damkar Tangsel memiliki sekitar 16 unit armada pemadam aktif, sebagian di antaranya merupakan bantuan hibah dari Pemprov DKI Jakarta. Namun beberapa armada juga mulai mengalami kendala usia sehingga membutuhkan perawatan rutin agar tetap bisa beroperasi optimal. (*)

Pos terkait