SUKAMULYA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Camat Sukamulya Khalid Mawardi secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Jami Baitur Rahim di Kampung Gebang, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Minggu, 17 Mei 2026.
Momen bersejarah ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas ibadah yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga pusat peradaban dan sosial bagi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Khalid Mawardi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia, tokoh agama, masyarakat, serta para donatur yang telah bergotong-royong mengawali proyek mulia ini.
“Hari ini adalah hari bersejarah bagi masyarakat Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya. Kita tidak hanya meletakkan batu, tetapi kita meletakkan pondasi harapan, ukhuwah dan peradaban Islam di wilayah ini,” ujar Khalid Mawardi di hadapan para hadirin.
Khalid menekankan, Masjid Agung Jami Baitur Rahim dirancang untuk memiliki dampak luas bagi umat Islam di Sukamulya.
Ia menjabarkan tiga fungsi utama yang harus dihidupkan pasca-pembangunan selesai.
Pertama, sebagai sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (pusat ibadah).
Kedua, sebagai tempat generasi muda dan anak-anak belajar Alquran serta menanamkan akhlak mulia (pusat pendidikan).
Ketiga, sebagai wadah bagi umat untuk berkumpul, saling menguatkan serta tolong-menolong dalam kebaikan (pusat sosial).
Untuk memastikan proyek berjalan tanpa hambatan, Khalid menegaskan, Pemerintah Kecamatan Sukamulya siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek legalitas dan birokrasi.
“Pemerintah Kecamatan Sukamulya siap mendukung penuh. Kami akan membantu kelancaran perizinan dan koordinasi agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai aturan,” tegasnya.
Di sisi lain, Camat juga memberikan pesan khusus kepada panitia pembangunan agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan donatur.
Ia meminta agar pengelolaan dana dilakukan secara transparan, profesional dan akuntabel.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta kepala desa.
Prosesi ditutup dengan doa bersama agar pembangunan Masjid Agung Jami Baitur Rahim dapat berjalan megah, lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh umat. (*)










