CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel masih memiliki tiga jabatan pimpinan tinggi pratama eselon IIb yang kosong. Ketiga organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut saat ini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).
Adapun jabatan yang masih kosong yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Sebelumnya, pengisian jabatan eselon IIb di lingkungan Pemkot Tangsel dilakukan melalui mekanisme lelang jabatan terbuka. Namun ke depan, sistem tersebut akan digantikan dengan penerapan sistem merit atau manajemen talenta ASN.
Kepala BKPSDM Kota Tangsel Wahyudi Leksono mengatakan, penerapan sistem merit saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Sistem merit itu dinilai terus. Dari BKN juga bisa langsung memantau proses penilaiannya kapan saja,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Wahyudi, Pemkot Tangsel masih harus menjalani satu kali evaluasi lagi sebelum sistem merit dapat diterapkan secara penuh.
“Saya masih ada PR satu kali lagi evaluasi dari BKN. BKN sudah menyampaikan tinggal sekali lagi evaluasi. Kalau polanya dan metodenya dinilai sudah berjalan baik, setelah itu silakan di-launching,” tambahnya.
Selain jabatan eselon II, Pemkot Tangsel juga masih memiliki sejumlah kekosongan jabatan pada level eselon III dan IV. Untuk jabatan eselon III, jumlah posisi kosong disebut tidak terlalu banyak.
“Eselon III tidak sampai 10 jabatan,” ungkapnya.
Sementara pada jabatan eselon IV, jumlah kekosongan lebih banyak. “Kalau eselon IV memang lebih banyak, ada sekitar 20,” jelasnya.
Wahyudi menyebut sejumlah faktor menjadi penyebab masih banyaknya jabatan kosong tersebut. Mulai dari pegawai yang memasuki masa pensiun, dampak proses politik sebelumnya, hingga adanya perubahan pola jabatan struktural menjadi jabatan fungsional.
“Pertama karena pensiun. Kemudian proses politik kemarin juga membuat tidak bisa langsung ganti-ganti jabatan. Selain itu ada peralihan metode dari struktural ke fungsional, itu juga berpengaruh,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan pengisian jabatan eselon III dan IV relatif lebih mudah dibandingkan penataan pejabat eselon II.
“Lebih mudah, makanya prioritas sekarang memang ke eselon II dulu,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan pihaknya masih membahas mutasi dan pengisian jabatan yang kosong.
“Mutasi masih saya bahas. Awalnya harapan akhir April kemarin, tapi belum bisa. Mudah-mudahan satu sampai dua minggu lagi. Susah mencari orang yang tepat di jabatan yang tepat,” ujarnya.
Menurut Benyamin, pengisian jabatan eselon II yang kosong akan dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta atau sistem merit dan ditargetkan berlangsung tahun ini.
“Sistem merit merupakan kebijakan dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbasis pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa diskriminasi latar belakang politik, ras, maupun agama,” tambahnya.
“Selain itu, pejabat fungsional jumlahnya cukup banyak yang masih kosong dan memang sulit mencarinya,” tutupnya. (*)










