TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang dipastikan akan membangun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara mandiri. Langkah ini diambil sebagai solusi penanganan volume sampah di Kota Tangerang yang cukup besar, yakni mencapai sekitar 1.800 ton per hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, saat ditemui di Hotel Aston, Kecamatan Jatiuwung, Rabu malam, 20 Mei 2026.
“Kota Tangerang akan bikin PSEL baru sendiri. Karena kan produksi sampahnya banyak, sekitar 1.800-an ton per harinya,” ujar Jumhur.
Ia menjelaskan, rencana ini telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menko Pangan belum lama ini. Menurut dia, pihak Kementerian Lingkungan Hidup (LH) sendiri telah memberikan persetujuan awal untuk kehadiran PSEL di Kota Tangerang.
Jumhur mengatakan, saat ini proyek tersebut sedang memasuki tahap penentuan lokasi lahan. Setelah lahan dipastikan tersedia, proses lelang akan segera diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang merupakan lembaga superholding investasi milik pemerintah pusat.
“Setelah persetujuan LH, maka dicarikan tanah di daerah mana. Tanah yang sudah dapat, nanti langsung ada lelang oleh Danantara. Kita (pemerintah) tidak akan ikut campur soal lelangnya, karena itu urusan bisnis, biar mereka saja,” jelasnya.
Disinggung target penyelesaian, Jumhur memperkirakan proyek fisik PSEL mandiri ini membutuhkan waktu sekitar 2 tahun sejak penandatanganan kontrak, dengan target realisasi penuh pada tahun 2028.
“Biasanya sejak tanda tangan sampai jadi itu sekitar 2 tahun. Berdasarkan Perpres baru (Perpres 109), kira-kira tahun 2028 lah target jadinya,” ujarnya.
Mengingat produksi sampah terus berjalan setiap hari, menurut dia, PSEL tersebut akan menggunakan sistem teknologi yang bervariasi dan tidak hanya terpaku pada satu negara.
“Teknologinya sekarang tidak hanya dari China, tapi dari berbagai negara di Eropa juga banyak yang sudah siap,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz











