TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panunggangan 4, yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, Kecamatan Pinang, kembali normal. Namun, peserta didik dan jajaran guru serta warga sekolah lainnya diminta menggunakan masker.
Sebelumnya selama sepekan sempat dialihkan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan PJJ tersebut diberlakukan akibat adanya dampak erupsi dari Anak Gunung Krakatau pada pekan lalu.
Kepala SDN Panunggangan 4, Tanti Yuliasih mengungkapkan, keputusan pemberlakuan PJJ darurat diambil pemerintah daerah itu demi mengutamakan keselamatan para siswa serta tenaga pendidik dari potensi bahaya abu vulkanik.
“Kemarin kan memang urgensinya untuk mencegah bahaya dari dampak erupsi, jadi keselamatan adalah yang utama,” ujar Tanti saat ditemui, Senin, 14 September 2026.
Tanti menilai respons cepat pemerintah dalam mengeluarkan instruksi PJJ darurat sebelumnya sudah sangat tepat demi melindungi keselamatan warga satuan pendidikan.
“Kalau erupsi kan kita tidak tahu karena itu bencana alam. Diharapkan jika hal tersebut terjadi kembali, pemerintah bisa terus sigap mengantisipasi demi keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan PJJ pada mulanya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Namun, durasi tersebut kemudian diperpanjang selama dua hari tambahan sehingga total siswa belajar dari rumah selama sepekan penuh.
Meski pembelajaran daring dapat terlaksana, Tanti menyebutkan bahwa para orang tua murid sempat merasa kewalahan mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah.
“Orang tua itu yang paling pusing, karena mereka harus mengajar anak satu saja susah, apalagi ngajar anak banyak,” kelakarnya sambil tersenyum.
Oleh karena itu, kembalinya KBM secara tatap muka disambut dengan perasaan gembira dan lega, baik oleh para siswa, guru, maupun para orang tua murid. Menurut Tanti, sinergi dan kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua selama ini membuat seluruh rangkaian kegiatan penyesuaian berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Memasuki hari pertama kembalinya KBM normal, aktivitas sekolah diawali kembali secara rutin dengan kegiatan apel pagi, upacara bendera, serta penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker.
“Ya memang kita minta seluruh peserta didik, guru dan yang lainnya untuk menggunakan masker, kita antisipasi saja, apalagi cuacanya panas seperti ini ya,” tandasnya.(*)










