Culinary Day 2026 Dorong UMKM Kota Tangerang Naik Kelas

Culinary Day 2026 Dorong UMKM Kota Tangerang Naik Kelas
Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Walikota Maryono dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Culinary Day 2026, lapangan Ahmad Yani Kota Tangerang, Sabtu (12/9). Dhuyuf/Bantenekspres.co.id

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang kembali mendorong penguatan sektor kuliner, ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui Tangerang Culinary Day 2026. Kegiatan yang digelar di kawasan Alun-Alun Ahmad Yani, Sabtu (12/9), tidak hanya menghadirkan ragam kuliner dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, pelaksanaan Culinary Day menjadi momentum memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM. Kehadiran Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan perwakila Pemerintah Kota Semarang dinilai menjadi bagian dari upaya membangun jejaring dan bertukar pengalaman.

Bacaan Lainnya

“Kehadiran Pak Kang Farhan dan Wali Kota Semarang atau yang mewakili ini menjadi kehormatan sekaligus bukti bahwa kolaborasi antar daerah dapat membuka peluang lebih besar bagi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM,” ujar Sachrudin, Sabtu (13/9).

Menurutnya, Culinary Day bukan sekadar kegiatan untuk menikmati makanan dan hiburan. Di balik setiap produk yang dijajakan, terdapat perjuangan pelaku UMKM, sektor hotel dan restoran, serta anak-anak muda yang terus mengembangkan kreativitasnya.

“Karena itu, ketika kita membeli produk lokal, kita juga ikut menghidupkan usaha dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sachrudin menuturkan, potensi kuliner Kota Tangerang tumbuh dari berbagai tempat sederhana, mulai dari Pasar Lama hingga kawasan kuliner Laksa Cikokol. Potensi tersebut kemudian terus dikembangkan melalui berbagai agenda, seperti Tangerang Culinary Night, Car Free Day, Festival Cisadane hingga wisata olahraga.

Pada Tangerang Culinary Day 2026, Pemkot Tangerang menghadirkan sebanyak 83 stan yang terdiri dari 26 stan UMKM, hotel serta berbagai layanan publik. Kehadiran stan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga memperluas promosi dan jejaring pelaku usaha.

“Kita membawa semangat rasa bintang lima harga kaki lima. Murah meriah, enak rasanya. Masyarakat mendapatkan kuliner berkualitas dengan harga terjangkau, sementara pelaku usaha memperoleh ruang promosi dan pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Sachrudin menegaskan, Pemkot Tangerang ingin UMKM lokal terus naik kelas, semakin dikenal, profesional dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk daerah lain, pelaku usaha, komunitas dan sektor perhotelan menjadi penting.

“Kita ingin Kota Tangerang tidak hanya dikenal sebagai pintu gerbang melalui Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga sebagai destinasi kuliner, wisata, dan ekonomi kreatif yang menarik untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Selain kuliner dan hiburan, Culinary Day 2026 juga diisi layanan publik serta pembukaan donasi BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Sachrudin, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memadukan hiburan dengan kepedulian sosial.

“Kita bisa menikmati kuliner sekaligus berbagi, bersenang-senang sekaligus bergotong-royong,” katanya.

Kemeriahan acara turut diramaikan penampilan Ada Band. Sistem pembayaran menggunakan QRIS juga disediakan untuk memudahkan masyarakat bertransaksi sekaligus mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan berharap Culinary Day tidak berhenti sebagai kegiatan hiburan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap promosi dan pemasaran produk lokal.

“Khususnya bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor kuliner di Kota Tangerang,” kata Boyke.

Ia mengatakan, masyarakat dapat menikmati beragam kuliner khas Kota Tangerang yang melibatkan UMKM, pelaku ekonomi kreatif serta perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang. Kegiatan juga dilengkapi pertunjukan seni budaya dan musik.

“Nikmati beragam kuliner khas Kota Tangerang yang terdiri dari UMKM, ekonomi kreatif, dan juga perwakilan dari PHRI Hotel dan Restoran Kota Tangerang. Juga di situ akan ada tampilan seni budaya, hiburan, dan musik,” pungkasnya. (*)

Pos terkait