TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Jatiuwung jenjang Sekolah Dasar (SD) terus memperkuat sinergi antara sekolah, komite dan orang tua murid. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencegah aksi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Salah satu langkah yang kini digencarkan yakni sosialisasi parenting kepada orang tua murid. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun kesamaan pemahaman dalam mendidik dan melindungi anak dari berbagai potensi perundungan.
Koordinator Wilayah Jatiuwung jenjang SD, Atikah Puspitasari mengatakan, keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komite dan orang tua.
“Pendidikan itu siapapun pemimpinnya, kalau sinerginya kuat, kesuksesan itu akan tercapai. Semuanya harus sejalan beriringan,” ujar Atikah saat dihubungi, Minggu 13 September 2026.
Ia menyebut, tingginya dukungan orang tua murid di Jatiuwung telah membuahkan sejumlah hasil positif. Bahkan, Jatiuwung menjadi salah satu wilayah yang memelopori deklarasi anti-bullying tingkat kecamatan di Kota Tangerang.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah melibatkan orang tua dalam edukasi mengenai pentingnya perlindungan anak dan pencegahan perundungan.
“Alhamdulillah orang tua murid antusias sekali. Ke depannya, bukan cuma soal bullying, tapi di bidang lainnya juga orang tua murid tetap berkolaborasi dengan sekolah. Sekolah tidak akan sukses tanpa dukungan penuh dari orang tua,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Korwil Jatiuwung mendorong seluruh satuan pendidikan tingkat dasar di wilayahnya menjadikan parenting sebagai agenda rutin, minimal satu kali dalam sebulan.
Menurut Atikah, komunikasi yang intensif dengan orang tua juga menjadi cara efektif untuk menghadapi beragam karakter dan pandangan orang tua terhadap program sekolah.
“Biasanya kan suka ada orang tua murid yang vokal, yang trouble maker. Semua sesuatu itu harus dia komentari. Nah, yang seperti itu harus diedukasi, kita kasih pemahaman bahwa dalam mendidik anak-anak itu dibutuhkan kolaborasi,” ujarnya.
Karena itu, pihak sekolah diminta terus merangkul orang tua secara bertahap. Salah satunya dengan memperkenalkan berbagai program sekolah sejak awal tahun ajaran.
“Jadi kita pihak sekolah harus bisa merangkul orang tua pelan-pelan. Setiap tahun ajaran baru, kita ‘jual’ program-program sekolah agar orang tua paham dan ikut mendukung. Dengan seringnya berdialog, terjalin komunikasi yang baik dan tingkat kepercayaan orang tua terhadap sekolah semakin meningkat,” sambungnya.
Atikah menjelaskan, Korwil Jatiuwung menaungi 18 satuan pendidikan jenjang SD. Rinciannya, 14 sekolah negeri dan empat sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Tangerang dalam program sekolah gratis.
Sinergi antara sekolah, komite dan orang tua tersebut turut berkontribusi terhadap capaian rapor pendidikan Jatiuwung. Wilayah ini mencatatkan hasil tertinggi di Kota Tangerang, khususnya pada indikator kepemimpinan serta penilaian akumulasi dari orang tua dan murid.
Atikah pun meminta setiap sekolah terus memperkuat peran komite sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua.
“Dengan melibatkan orang tua di setiap program, mereka akan merasa dihargai dan turut memiliki andil dalam kemajuan sekolah,” pungkasnya. (*)










