KELAPA DUA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar lokakarya mini lintas sektor yang mempertemukan berbagai unsur terkait dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan yang selama ini berjalan sekaligus membahas sejumlah kendala yang masih ditemukan di lapangan. Unsur kecamatan, puskesmas, kelurahan, kader posyandu hingga tokoh masyarakat turut dilibatkan dalam pembahasan tersebut.
Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengatakan, persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat ditangani hanya oleh tenaga kesehatan. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar berbagai program kesehatan dapat berjalan secara maksimal.
“Masalah kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab puskesmas atau tenaga kesehatan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari kecamatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat sampai seluruh warga,” ujar Dadang kepada Bantenrkspres.co.id, Senin 14 September 2026.
Ia menjelaskan, lokakarya lintas sektor tersebut penting untuk melihat secara langsung sejauh mana program kesehatan telah berjalan. Selain itu, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih menjadi hambatan.
“Kita melakukan evaluasi bersama, apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih menjadi kendala. Jangan sampai persoalan di lapangan berjalan sendiri tanpa ada solusi,” katanya.
Dadang menambahkan, sejumlah persoalan seperti tengkes atau stunting, kebersihan lingkungan, serta partisipasi masyarakat dalam program imunisasi membutuhkan perhatian bersama.
“Untuk persoalan stunting misalnya, penanganannya tidak cukup hanya dengan memberikan pelayanan kesehatan. Ada faktor lingkungan, pola asuh, pemenuhan gizi dan edukasi keluarga yang juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kader posyandu memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kader dinilai dapat menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan warga di tingkat lingkungan.
“Kader posyandu ini ujung tombak di masyarakat. Mereka yang banyak berinteraksi langsung dengan warga. Karena itu, peran kader harus terus kita dukung dan kita kuatkan,” ungkap Dadang.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan berbagai penyakit. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan harus terus dibangun melalui edukasi dan keterlibatan bersama.
“Lingkungan yang bersih tentu akan memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan. Warga juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya masing-masing,” tuturnya.
Selain itu, Dadang meminta seluruh unsur terkait untuk terus mendorong masyarakat mengikuti program imunisasi dan berbagai kegiatan preventif lainnya. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya datang berobat ketika sudah sakit. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran untuk mencegah penyakit sejak awal,” katanya.
Dadang mengatakan, sinergi lintas sektor juga diperlukan dalam memastikan informasi dan data kesehatan yang digunakan dalam penyusunan program benar-benar akurat. Dengan data yang baik, intervensi yang diberikan diharapkan lebih tepat sasaran.
“Data menjadi sangat penting. Kita harus mengetahui kondisi masyarakat secara nyata, sehingga program yang kita jalankan memang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap hasil lokakarya tidak berhenti pada pembahasan dan evaluasi semata. Setiap sektor yang terlibat diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pertemuan melalui aksi nyata di wilayah masing-masing.
“Jangan sampai lokakarya ini hanya menjadi kegiatan seremonial. Apa yang kita bahas harus ada tindak lanjutnya dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Dadang.
Menurutnya, pembangunan kesehatan membutuhkan konsistensi dan komitmen bersama. Kecamatan Kelapa Dua akan terus mendorong koordinasi dengan puskesmas, kelurahan, kader serta berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat program kesehatan.
“Kita ingin seluruh sektor memiliki komitmen yang sama. Kalau semuanya bergerak bersama, tentu penanganan berbagai persoalan kesehatan akan jauh lebih kuat,” katanya.
Dadang menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus mendukung berbagai langkah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Harapan kita tentu masyarakat Kelapa Dua semakin sehat, semakin sadar terhadap kesehatan dan semakin aktif mengikuti program-program yang sudah disiapkan pemerintah. Kesehatan ini investasi jangka panjang, sehingga harus kita jaga bersama-sama,” pungkasnya. (*)











