SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel tengah menyiapkan konsep Car Free Nigjt (CGN) sebagai ruang aktivitas masyarakat yang menggabungkan olahraga, UMKM, seni budaya hingga kuliner.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel Mohamad Ervin Ardani mengatakan, kepala wilayah, khususnya camat, nantinya diminta mengusulkan lokasi yang dinilai cocok untuk pelaksanaan Car Free Night di masing-masing wilayah.
Lokasi tersebut tidak harus berada di jalan utama, namun harus memiliki panjang jalan minimal sekitar satu hingga 1,5 kilometer serta tersedia jalur alternatif. “Pokoknya jalan itu punya alternatif, tidak boleh cuma satu. Kalau jalan utama ditutup, nanti akses masyarakat mati,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 14 September 2026.
Ervin menambahkan, lokasi yang dipilih harus memiliki ruang di sekitar jalan untuk aktivitas dan tempat berdagang pelaku usaha mikro. Pasalnya, jalan utama tidak diperbolehkan digunakan sebagai lokasi berdagang.
Ia mencontohkan sejumlah lokasi di BSD yang memiliki jalan alternatif sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meski salah satu ruas digunakan untuk kegiatan.
“Kalau di jalan raya Pamulang itu tidak bisa, karena jalannya cuma satu. Apalagi banyak rumah sakit dan klinik, tidak boleh ditutup. Tidak ada jalan alternatif ke belakangnya,” tambahnya.
Untuk wilayah Pondok Aren, kawasan sekitar Alun-Alun Pondok Aren menjadi salah satu lokasi yang dapat dipertimbangkan karena memiliki sejumlah akses alternatif. Namun, keputusan lokasi masih menunggu usulan dari para kepala wilayah.
“Nanti saya ngobrol dengan para penyelenggara Car Free Night. Kalau itu kan bukan pemerintah, itu punya private. Siapa tahu camat punya jalan lain yang mau diusulkan, nanti kita bahas panjangnya, jalan alternatifnya,” tuturnya.
Menurutnya, pelaksanaan CFN tidak harus dilakukan setiap minggu. Waktu pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kesiapan lokasi dan konsep kegiatan. Bahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan adanya Car Free Night pada malam Minggu.
“Paling cepat September, paling lama awal tahun depan,” ungkapnya.
Ervin menjelaskan, CFN memiliki sejumlah tujuan. Pertama, mengurangi polusi melalui konsep hari bebas kendaraan. Kedua, mendorong masyarakat untuk berolahraga sehingga lebih sehat. Ketiga, menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan.
“Olahraga dulu baru jalan. Ketiga, memberikan tempat bagi para pelaku UMKM,” ungkapnya.
Selain itu, CFN juga dirancang menjadi ruang ekspresi bagi komunitas seni dan budaya, penyanyi, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya. Konsep tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata kuliner dan ruang berkegiatan bagi warga.
“Jadi polusinya berkurang, masyarakat lebih sehat karena ada waktu dalam seminggu untuk olahraga, kemudian pelaku UMKM punya tempat. Keempat, menjadi ruang untuk berekspresi bagi komunitas pelaku seni budaya atau penyanyi,” tutupnya. (*)











