SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel terus mematangkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proses pembebasan lahan seluas 2,3 hektare ditargetkan rampung tahun ini agar proyek tersebut dapat segera masuk tahap pembangunan.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, saat ini proses penetapan lokasi, appraisal atau penilaian harga lahan, hingga persiapan pembayaran masih berjalan.
“Untuk proses penetapan lokasi sedang dilakukan, lalu proses appraisal dan proses pembayaran. Lahan yang dibutuhkan total lima hektare. Kita melakukan pembelanjaan sekarang 2,3 hektare yang dibutuhkan,” ujar Pilar Kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Jumat, 11 September 2026.
Pilar menambahakan, Pemkot Tangsel juga telah berkoordinasi dengan Danantara terkait kebutuhan lahan untuk proyek PSEL tersebut. Dari hasil pertemuan terakhir bersama Wali Kota Tangsel, Pilar menyebut tidak ada kendala berarti dan tinggal menunggu proses administrasi.
“Insyaallah tidak ada kendala. Masalah administrasi kita doakan saja segalanya lancar,” tambahnya.
Pilar menegaskan, pembebasan lahan ditargetkan selesai pada 2026. Hal itu disebabkan anggaran untuk pengadaan lahan telah dialokasikan dalam tahun anggaran 2026.
Terkait harga tanah, Pilar mengatakan proses penentuan nilai lahan masih menunggu hasil appraisal dari konsultan independen. Nilai yang ditetapkan nantinya akan mengacu pada harga pasar.
“Appraisal juga kan itu mengikuti harga pasaran. Kita juga lakukan diskusi kembali dengan masyarakat, menyampaikan harga pasaran seperti itu. Mudah-mudahan semua bisa mengikuti,” jelasnya.
Pilar berharap masyarakat pemilik lahan dapat mendukung proses pengadaan tanah tersebut. Sebab, pembangunan PSEL merupakan proyek yang ditujukan untuk kepentingan publik, khususnya dalam menangani persoalan sampah di Kota Tangsel.
“Ini kepentingannya kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi. Harga pasar ini ditentukan oleh konsultan appraisal yang memang independen. Jadi kita berikan kepada mereka untuk menentukan harga pasarannya berapa,” tuturnya.
Pembangunan PSEL sendiri ditargetkan dapat memasuki tahap groundbreaking pada tahun ini dan mulai beroperasi pada 2028. Pilar berharap seluruh tahapan, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan, dapat berjalan sesuai target sehingga PSEL nantinya dapat menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Kota Tangsel.
“Saya harap masyarakat mendukung karena ini sekali lagi untuk kepentingan bersama,” tutupnya. (*)











