SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat sebanyak 25 titik kekeringan terjadi di wilayah Tangsel selama periode 8 Juli hingga 10 September 2026.
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, dari puluhan titik tersebut, mayoritas berada di Kecamatan Setu.
“Update laporan rekapitulasi penanganan bencana kekeringan di Kota Tangsel periode 8 Juli 2026 sampai 10 September 2026, jumlah titik kekeringan ada 25 titik,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 10 September 2026.
Dian menambahkan, wilayah yang terdampak kekeringan meliputi Kelurahan Keranggan, Kademangan dan Muncul di Kecamatan Setu serta Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.
Sebanyak 16 titik berada di Kelurahan Keranggan, yakni RT 002/001, RT 004/002, RT 001/001, RT 013/005, RT 003/001, RT 006/002, RT 005/002, RT 012/005, RT 009/005, RT 009/004, RT 011/005, RT 010/005, RT 014/003, RT 008/003, RT 010/004, dan RT 007/003.
Kemudian, tujuh titik berada di Kelurahan Kademangan, yakni UPTD SDN 02 Kademangan, RT 004/002, RT 005/002, RT 006/002, RT 006/003, RT 005/006, dan RT 003/003. Sementara satu titik berada di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, tepatnya RT 001/001.
“Sementara satu titik kekeringan terjadi di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, RT 006/004,” tambahnya.
Menurut Dian, kondisi tersebut berdampak terhadap 559 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 2.446 jiwa. Untuk membantu masyarakat, BPBD Tangsel telah mendistribusikan air bersih hingga mencapai 983.950 liter.
“Total air bersih yang kita distribusikan mencapai 983.950 liter,” jelasnya.
Dalam proses distribusi air bersih, BPBD Tangsel mendapat dukungan kendaraan dan personel dari berbagai pihak. Di antaranya Sinar Mas Land, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel.
Selain itu, dukungan juga datang dari TNI, Polres Tangsel, DMC Dompet Dhuafa, BBWS Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Rumah Zakat, Langkah Amanah, UDD PMI Kota Tangsel, serta Pelopor.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.
“Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, distribusi air bersih di sejumlah wilayah terdampak akan terus kami lakukan sesuai kebutuhan dan laporan masyarakat,” tutupnya. (*)
Reporter : Tri Budi











