Wali Kota Sachrudin Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMP Al-Ikhlas

Wali Kota Sachrudin meletakkan batu pertama pembangunan gedung SMP Islam Al-Ikhlas di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (9/9). Dhuyuf/Banten Ekspres

 

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangerang Sachrudin resmi meletakkan batu pertama pembangunan gedung SMP Islam Al-Ikhlas di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (9/9). Pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berakhlak.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin menyambut baik pembangunan gedung baru yang digagas Yayasan Al-Ikhlas Muslimin Indonesia (YIMI). Ia menilai kehadiran lembaga pendidikan merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Tangerang.

“Saya menyambut baik, mendukung, dan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Al-Ikhlas Muslimin Indonesia yang baru saja melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan SMP Al-Ikhlas. Semoga pembangunannya diberikan kelancaran,” ujar Sachrudin, Rabu (9/9).

Menurut Sachrudin, pembangunan sekolah tidak boleh dimaknai hanya sebagai pembangunan gedung. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi langkah untuk meletakkan pondasi masa depan anak-anak.

“Ini bukan sekadar meletakkan batu pertama, tapi meletakkan pondasi bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah. Peran masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, serta lembaga pendidikan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Pemerintah enggak bisa sendirian membangun kota ini. Ini diperlukan peran serta, partisipasi, kepedulian semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan SMP Al-Ikhlas tidak hanya menghasilkan bangunan yang kokoh, tetapi mampu melahirkan generasi yang cerdas, percaya diri, memiliki empati dan berakhlak. Terlebih, gedung sekolah tersebut direncanakan memiliki lima lantai dan satu basement.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Ikhlas Muslimin Indonesia, Nurul Huda mengatakan, pembangunan dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap SMP Islam Al-Ikhlas.

Selama ini, kegiatan belajar mengajar SMP Al-Ikhlas masih menggunakan bangunan lama yang sebelumnya merupakan aula dan disekat menjadi ruang kelas.

“Antusias masyarakat sudah mulai banyak, sehingga kita harus segera membangun SMP Islam Al-Ikhlas ini,” kata Nurul Huda.

Dikatakannya, gedung baru tersebut direncanakan memiliki sekitar 15 ruang kelas dengan kapasitas 25 siswa per kelas. Selain ruang belajar, yayasan juga menyiapkan laboratorium komputer, bahasa, IPA, serta perpustakaan.

Pembangunan tahap pertama ditargetkan mulai dikerjakan pada 14 September 2026. YIMI menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar hingga Rp8,5 miliar untuk tahap awal, dari total kebutuhan pembangunan yang diperkirakan mencapai Rp30 miliar.

Nurul Huda berharap minimal dua lantai gedung tersebut sudah dapat digunakan pada tahun depan.

Selain fasilitas, SMP Al-Ikhlas juga akan mengedepankan tiga program unggulan, yakni tahfiz dengan target hafalan minimal lima juz, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta kemampuan teknologi informasi.

Sachrudin pun mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak menggeser nilai-nilai karakter dalam pendidikan.

“Teknologi berkembang, kecerdasan buatan ini sudah ada di tengah-tengah kita, dunia kerja juga berubah, tapi satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu karakter anak-anak kita, akhlak anak-anak kita, dan nilai-nilai kemanusiaan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait