Antisipasi Kebakaran Saat Kemarau, TPA Cipeucang Dijaga 24 Jam

Antisipasi Kebakaran Saat Kemarau, TPA Cipeucang Dijaga 24 Jam
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (dua kiri) memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangsel di Hotel Grand Zuri BSD, Serpong, Jumat, 11 September 2026. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel memperketat pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, sebagai langkah antisipasi kebakaran di tengah ancaman kemarau panjang.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, salah satu langkah mitigasi yang dilakukan adalah pengurugan sampah menggunakan tanah. Saat ini, sekitar 70 persen area TPA Cipeucang telah dilakukan pengurugan.

Bacaan Lainnya

“Di TPA Cipeucang itu hampir 70 persen sekarang sudah dilakukan pengurugan oleh tanah supaya tidak ada sampah-sampah yang timbul di luar dan tersulut api,” ujar Pilar, Jumat, 11 September 206.

Pilar menambahkan, pengurugan tersebut tidak hanya bertujuan mencegah kebakaran, tetapi juga untuk menutup timbunan sampah agar tidak longsor.

Selain pengurugan, Pemkot Tangsel juga memperketat akses dan aktivitas di sekitar TPA Cipeucang. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat di sekitar area TPA.

Pilar menegaskan, TPA Cipeucang saat ini dijaga selama 24 jam oleh petugas UPTD Cipeucang. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Di sekeliling TPA Cipeucang pun dikelilingi area, jangan sampai ada orang atau warga dari luar area Cipeucang masuk dan melakukan pembakaran sampah,” tambahnya.

Pilar juga telah meminta Kepala UPTD Cipeucang untuk meningkatkan penjagaan dan memastikan kondisi lingkungan TPA tetap aman, khususnya selama musim kemarau.

“Saya sudah menyampaikan kepada kepala UPT-nya untuk selalu melakukan penjagaan, jangan sampai ada aktivitas-aktivitas warga masyarakat di sekitar lingkungan Cipeucang, terutama pembakaran sampah,” jelasnya.

Langkah pengamanan TPA tersebut menjadi bagian dari mitigasi Pemkot Tangsel menghadapi potensi bencana akibat kemarau panjang. Hal itu turut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangsel di Hotel Grand Zuri BSD, Serpong, Jumat, 11 September 2026.

Selain persoalan kekeringan dan potensi kebakaran TPA, rapat tersebut juga membahas penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat menyebabkan sebaran abu vulkanik di wilayah Kota Tangsel.

Pemkot Tangsel sebelumnya melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan untuk mengurangi endapan abu vulkanik. Dinas Kesehatan juga membagikan masker melalui fasilitas kesehatan, puskesmas, posyandu dan kegiatan Ngider Sehat.

Sementara itu, BPBD Tangsel terus berkoordinasi dengan BNPB terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan arah sebaran abu vulkanik.

Pilar menyebut, berdasarkan informasi per 10 September, aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami penurunan secara drastis. “Mudah-mudahan ke depan bisa reda,” harapnya. (*)

Pos terkait