Hari Terakhir Pencarian, Helikopter Sisir Kawasan Perairan Gunung Anak Krakatau

Kondisi didalam helikopter saat pencarian rombongan jurnalis di perairan selat Sunda.

CARITA, BANTENEKSPRES.CO.ID — Memasuki hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan memperluas penyisiran terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Senin (14/9/2026).

Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Untuk mendukung pencarian dari udara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banten mengerahkan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.

Bacaan Lainnya

Helikopter tersebut lepas landas dari Pantai Carita sekitar pukul 11.57 WIB dan melakukan penyisiran di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau. Penerbangan menempuh rute ATS–SAS Pantai Carita–ATS sesuai kebutuhan operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, pengerahan unsur udara dilakukan untuk membantu memperluas jangkauan pencarian, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur laut.

“Pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia. Unsur udara ini diharapkan dapat membantu memperluas pemantauan di wilayah pencarian,” kata Al Amrad.

Dalam penerbangan tersebut, HR-3604 diawaki Letkol Pnb Nurfi Ahmad, Kapten Pnb Zulham, dan Kapten Teknik Fitri Mulyanto. Helikopter juga membawa empat penumpang, yakni Marhal dan Andri dari Basarnas Special Group (BSG), serta Lastonga Pebro dari CNN dan Febrianto dari iNews.

Penyisiran dari udara menjadi bagian dari upaya tim SAR gabungan mengoptimalkan pencarian pada hari ketujuh. Tim juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang menjadi fokus operasi.

Kondisi cuaca di Pantai Carita saat penerbangan dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 3 knot dari arah selatan menuju utara. Jarak pandang tercatat kurang dari 8 kilometer.

Al Amrad menegaskan, seluruh unsur SAR tetap dikerahkan sesuai rencana operasi dan kondisi di lapangan.

“Kami berharap pencarian hari ini dapat memberikan hasil dan seluruh unsur tetap bekerja secara maksimal dalam upaya menemukan para korban,” ujarnya. (*)

Pos terkait