TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Musim kemarau membuat muka air Sungai Cisadane mengalami penurunan sekitar 40 sentimeter. Kondisi tersebut mendapat perhatian DPRD Kota Tangerang yang meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi, terutama untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto mengatakan, penurunan debit air Cisadane perlu diantisipasi pemerintah dengan menyiapkan skenario pemenuhan air bersih apabila kondisi kemarau semakin panjang.
“Yang pasti, pemerintah harus punya cara bagaimana pemenuhan air bersih dengan berkurangnya air Cisadane,” ujar Turidi, Senin (14/9).
Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah konkret dan persuasif untuk memastikan masyarakat tidak terdampak apabila ketersediaan air terus mengalami penurunan. Bantuan air bersih juga dinilai perlu disiapkan apabila kekeringan mulai dirasakan masyarakat.
“Bahkan kalau memang terjadi kekeringan air, pemerintah harus bisa memberikan bantuan air bersih buat masyarakat,” katanya.
Turidi juga mengajak masyarakat bersama pemerintah dan lembaga keagamaan untuk melakukan ikhtiar menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan memperbanyak doa agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan berangsur berkurang.
Ia mengatakan, pihaknya bahkan berencana menginisiasi salat istiska sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi musim kemarau. “Nanti kita inisiasi istigasah, ya kan. Kita mulai istiska, salat minta turun hujan,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang memastikan kondisi Sungai Cisadane saat ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat. Meski muka air mengalami penurunan sekitar 40 sentimeter, kedalaman sungai masih berada pada kisaran 4 hingga 9 meter.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, pasokan air dari Cisadane diperkirakan masih mencukupi hingga satu bulan ke depan.
“Kondisi air saat ini terhitung aman. Diperkirakan kecukupan air dari Cisadane untuk dialirkan kepada masyarakat masih aman hingga satu bulan ke depan. Kami minta masyarakat tidak panik karena pemerintah dan PDAM terus hadir memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan,” ujar Sachrudin.
Meski demikian, Sachrudin meminta masyarakat tetap menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Pemerintah bersama Perumda Tirta Benteng juga terus memantau kondisi air baku dan memastikan distribusi air kepada masyarakat tetap berjalan.
Lebih lanjut, Pemkot Tangerang juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama. Upaya tersebut penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih sekaligus mengantisipasi kemungkinan turunnya debit Sungai Cisadane lebih jauh. (*)










