TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Peran data menjadi kunci dalam pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang digulirkan pemerintah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan program tersebut menyasar masyarakat paling membutuhkan berdasarkan data resmi pemerintah.
Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa BPS mendukung penuh program perumahan yang dijalankan pemerintah melalui penyediaan data kemiskinan yang akurat. Data tersebut digunakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat dalam kelompok ekonomi terbawah.
“BPS selalu mendukung program-program perumahan yang dikoordinasikan oleh Pak Menteri Perumahan dengan data-data yang kami miliki. Bahkan besok timnya akan datang ke BPS untuk konsolidasi data,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, data yang digunakan dalam program ini berasal dari kelompok masyarakat desil satu atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Dengan demikian, bantuan renovasi rumah benar-benar diberikan kepada warga yang tinggal di hunian tidak layak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan BPS menjadi penting agar program tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat sasaran. Validasi dan konsolidasi data terus dilakukan guna menghindari kesalahan penerima bantuan.
Tak hanya soal data, Wini juga menyoroti pendekatan program yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. Ia menilai langkah ini memberi dampak lebih luas dibanding sekadar bantuan fisik.
“Program BSPS ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga ada proses pemberdayaan masyarakat. Mereka belajar transparansi, membandingkan harga, hingga mengelola pembangunan secara mandiri,” katanya. (*)








