Angkutan Sekolah Gratis di Tangsel Disambut Positif, Dishub Siapkan Penambahan Armada

Anak-anak sekolah berpose saat saat berada di dalam bus sekolah yang disediakan oleh Dinas Perhubungan Kota Tangsel. Dishub Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Program layanan angkutan sekolah gratis di Kota Tangsel mendapat respons positif dari masyarakat sejak mulai berjalan pada 2023 hingga 2026.

Layanan yang dijalankan Dinas Perhubungan Kota Tangsel ini dinilai membantu meringankan beban biaya transportasi siswa sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam sibuk.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, saat ini terdapat 10 unit kendaraan yang melayani angkutan sekolah gratis, terdiri dari sembilan bus medium dan satu unit ELF.

“Namun dalam rencana pembangunan jangka menengah hingga 2030, akan ditambah sekitar 10 kendaraan lagi, baik bus medium maupun ELF,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 31 Maret 2026.

Ayep menambahkan, bus medium digunakan untuk melayani rute di jalan utama dengan lebar lebih dari tiga meter. Sementara kendaraan ELF difungsikan untuk menjangkau lokasi sekolah yang berada di dalam kawasan permukiman atau jalan sempit.

“Penambahan armada ini tidak melalui pengadaan langsung, melainkan melalui skema bantuan teknis atau hibah dari Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang pada Dishub Kota Tangsel Galang Andika mengaku, berdasarkan hasil survei kepada siswa dan orang tua, mayoritas memberikan tanggapan positif terhadap program ini. Masukan dari masyarakat juga dihimpun melalui kuesioner dan video testimoni.

“Rata-rata masyarakat sangat terbantu. Bahkan banyak yang mengusulkan agar jumlah armada bus ditambah karena kebutuhan transportasi cukup tinggi, terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah,” jelasnya.

Galang mengaku, pada jam sibuk mobilitas siswa menjadi salah satu faktor penyumbang kemacetan. Dengan adanya layanan bus sekolah gratis, diharapkan penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan.

Selain itu, program ini juga dinilai mampu menghemat biaya transportasi siswa. Dalam sehari, siswa bisa menghemat sekitar Rp15 ribu hingga Rp30 ribu untuk perjalanan pulang-pergi.

“Banyak siswa yang menempuh jarak cukup jauh, seperti dari Pondok Cabe ke Serpong Utara. Jadi program ini sangat membantu secara ekonomi,” tuturnya.

Dari sisi kapasitas, bus medium mampu menampung hingga 49 penumpang, terdiri dari 29 tempat duduk dan 20 penumpang berdiri. Sedangkan kendaraan ELF memiliki kapasitas 16 penumpang dengan seluruhnya duduk.

“Saat ini terdapat sembilan rute yang menjangkau tujuh kecamatan di Tangsel, mulai dari Pondok Aren hingga Ciputat Timur. Dua rute di antaranya dikhususkan untuk siswa berkebutuhan khusus,” tuturnya.

Untuk mendukung layanan inklusif, disediakan tiga armada khusus bagi siswa disabilitas, yakni dua bus medium dan satu unit ELF. Rute tersebut melayani perjalanan dari kawasan Pondok Cabe menuju Sekolah Berkebutuhan Khusus (SKH) Negeri 1 Serpong Utara, dari Ciputat ke SKH Negeri 1, serta rute Alun-Alun Pamulang menuju SKH Assalam di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, program bus sekolah gratis diharapkan terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak siswa di Kota Tangsel. (*)

Pos terkait