Satu Tahun Kepemimpinan Zakiyah Najib, DPUPR Kabupaten Serang Banyak Bangun Insfratruktur Hingga Tangani Bencana Hidrometeorologi

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Kepala DPUPR Kabupaten Serang Ronny Natadipraja, meninjau langsung jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi beberapa hari lalu. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Kepala DPUPR Kabupaten Serang Ronny Natadipraja, meninjau langsung jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi beberapa hari lalu. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tepat bulan ini satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah – Muhammad Najib Hamas, sudah banyak program-program yang telah dilaksanakan.

Seperti yang telah dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, telah banyak membangun infrastruktur hingga menangani perbaikan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi.

Bacaan Lainnya

Kepala DPUPR Kabupaten Serang Mochamad Ronny Natadipraja merincikan, program-program yang telah dilaksanakannya dalam satu tahun dari 2025 hingga 2026.

Ada penanganan infrastruktur jalan Kabupaten Serang, yang dilakukan melalui sinergi pendanaan pusat dan daerah sepanjang 8,50 kilometer, dengan rinciannya untuk pendanaan dari APBN sesuai Inpres nomor 11 tahun 2025 sepanjang 2,6 kilometer.

Kemudian pendanaan dari APBD Provinsi Banten melalui program Bang Andra sepanjang 3,8 kilometer, lalu pendanaan dari APBD Kabupaten Serang sepanjang 2,1 kilometer, dan jalan desa juga
ditangani sepanjang 13,68 kilometer melalui APBD Kabupaten Serang.

“Penanganan infrastruktur jalan desa sepanjang 13,68 kilometer, telah dilaksanakan melalui pendanaan APBD Kabupaten Serang dengan rinciannya,
total panjang ruas 13,68 kilometer berada di 62 titik lokasi,” katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa 26 Mei 2026.

Ronny mengatakan, terdapat penanganan infrastruktur irigasi di enam titik lokasi seluas 479,50 hektare sepanjang 6,68 kilometer, sudah terlaksana
melalui sinergi strategis antara Pemkab Serang dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian dan Cidanau (BBWSC3).

Pelaksanaannya melalui skema pendanaan APBN yang bersumber dari Inpres nomor 2 tahun 2025, yang difokuskan pada optimalisasi infrastruktur irigasi yang tersebar di enam Daerah Irigasi (DI).

“Adapun total cakupan layanannya yaitu, daerah irigasi Demang 82,8 hektare, 1528 meter
daerah irigasi Rancaserang 30 hektare, 827 meter
daerah irigasi Krajanen 147,6 hektare. Kemudian, 1372 meter
daerah irigasi Nagara Padang 102,8 hektare, 1190 meter daerah irigasi Cibarong atau Cipariuk 45,6 hektare, 635 meter
daerah irigasi Citasuk II 59,7 hektare 1130 meter,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Ronny, penanganan insfratruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk pembangunannya ini, dibiayai melalui sinergi pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) serta APBD Kabupaten Serang.

Total sebaran kegiatannya mencakup 21 titik lokasi yang tersebar di 12 kecamatan mulai dari Kecamatan Cinangka enam titik, Kecamatan Tirtayasa empat titik,
Kecamatan Cikeusal tiga titik, Kecamatan Baros, Cikande, Kopo, Mancak, Lebak Wangi, Kibin, Padarincang, dan Tanara itu masing-masing satu titik.

Pembangunan ini bertujuan untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Serang.

“Kita juga ada program penanganan insfratruktur pengolahan air limbah domestik dan drainase perkotaan, melalui pendanaan APBD telah melaksanakan kegiatan pembangunan sarana prasarana lingkungan yang mencakup dua sektor utama. Adapun rinciannya yaitu, pembangunan MCK di dua titik tersebar di Kecamatan Baros dan Kecamatan Kragilan, pembangunan drainase tujuh titik yang tersebar di Kecamatan Pulo Ampel dua titik, dan wilayah Puspemkab Serang lima titik,” ucapnya.

Penanganan tanggap darurat bencana hidrometeorologi juga dilakukannya, dikatakan Ronny, merespons bencana banjir di akhir 2025, DPUPR Kabupaten Serang melakukan percepatan pemulihan infrastruktur melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) pada dua sektor utama.

Kedua sektor utama itu yakni, sektor sumber daya air normalisasi sungai sepanjang empat kilometer di lima titik lokasi, dan pembangunan perkuatan tebing atau bronjong di lima titik yang tersebar di tiga kecamatan.

“Kemudian pada sektor Bina Marga, ada penanganan darurat infrastruktur transportasi mencakup tiga ruas jalan, dan enam jembatan yang tersebar di empat kecamatan terdampak. Alhamdulillah semua program dalam satu tahun kepemimpinan ibu bupati dan pak wakil bupati, sudah kita laksanakan semuanya,” tuturnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait