Waspada Penyakit Tersembunyi di Usia Produktif, dr. Tirta Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Dokter Tirta Mandira Hudhi foto bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, serta anggota BPW di di Aula DPUPR Provinsi Banten, KP3B, Serang, Selasa 3 November 2026.

 

SERANG – Dokter Tirta Mandira Hudhi mengingatkan masyarakat, terutama perempuan usia produktif, untuk tidak abai terhadap ancaman penyakit tersembunyi yang sering muncul tanpa gejala.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan dr. Tirta saat menjadi narasumber seminar kesehatan bertema “Mengenali Ancaman Penyakit Tersembunyi di Usia Produktif” yang digelar Bisnis Profesional Wanita (BPW) Indonesia Klub Banten di Aula DPUPR Provinsi Banten, KP3B, Serang, Selasa 3 November 2026.

Menurut dr. Tirta, banyak penyakit di usia produktif seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga gangguan hormonal pada perempuan, datang diam-diam karena pola hidup yang tidak terkontrol.

“Kita harus menjaga kesehatan agar tetap produktif. Oleh karena itu, jaga pola makan, gaya hidup, dan aspek lainnya,” kata dr. Tirta, mengajak peserta untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh.

Ia menekankan, pencegahan tidak cukup hanya dengan makan bergizi dan olahraga. Manajemen stres dan ketenangan pikiran juga menjadi kunci.

“Jangan tunggu sakit baru periksa. Kenali risikonya, lakukan pemeriksaan secara berkala, dan mulai hidup sehat dari sekarang,” ujarnya.

Seminar tersebut dihadiri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Wagub Dimyati mendukung penuh kampanye hidup sehat yang diinisiasi BPW Banten. Ia menyebut, kesehatan emosional yang stabil akan memberikan sugesti positif bagi tubuh untuk terhindar dari penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti yang turut hadir dalam seminar tersebut menyambut baik edukasi deteksi dini penyakit tersembunyi di usia produktif.

Menurut Ati, banyak kasus penyakit tidak menular di Banten baru terdeteksi saat sudah masuk tahap lanjut karena minimnya pemeriksaan rutin.

“Penyakit tersembunyi ini ancamannya nyata, tapi bisa dicegah kalau kita rajin skrining. Kami di Dinkes terus mendorong penguatan layanan skrining di puskesmas, posyandu, dan program cek kesehatan gratis bagi kelompok usia produktif,” ujar Ati.

Ia menambahkan, Dinkes Banten juga akan bersinergi dengan organisasi perempuan seperti BPW untuk memperluas sosialisasi pola hidup sehat, mulai dari edukasi gizi seimbang, aktivitas fisik, hingga manajemen stres.

“Kuncinya adalah pencegahan sejak dini. Jangan abai terhadap tanda-tanda kecil di tubuh. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk ditangani,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden BPW Indonesia Klub Banten Irna Narulita mengatakan, seminar ini adalah wadah edukasi dari, oleh, dan untuk perempuan.

“Di era modern ini, banyak masalah yang menuntut adaptasi tinggi. Oleh karena itu, kita perlu belajar mengelola stres dengan cerdas,” tuturnya.

“Harapannya, kita bisa menikmati hasil perjuangan, menyaksikan anak cucu sukses, dan tetap dalam kondisi prima. Minimal, kita bisa mandiri dan tidak merepotkan orang lain di masa mendatang jika tubuh kita sehat,” paparnya.(Adv)

Pos terkait