CILEDUG, BANTENEKSPRES CO.ID — Sekolah Budi Mulia Tangerang menghadirkan terobosan barunya dalam dunia pendidikan. Sekolah tersebut baru-baru ini meluncurkan BM Edu Cafe, sebuah fasilitas yang dirancang sebagai laboratorium kewirausahaan nyata bagi para peserta didiknya. Hal itu untuk mengasah keterampilan entrepreneurship, komunikasi, dan karakter para peserta didik.
Guru pembimbing sekaligus pengampu program BM Edu Cafe, Pancari Winayang menjelaskan, bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari implementasi muatan lokal (mulok) terbaru yang dinamai Mulia Life Skill.
“Edu cafe ini bisa dibilang salah satu laboratorium dari pembelajaran muatan lokal di Sekolah Budi Mulia Tangerang, dan baru kita launching pada akhir September 2026 lalu,” kata Pancari saat ditemui, Senin, 2 November 2026.
Dikatakan Pancari, tantangan dunia pendidikan modern menuntut keterampilan praktis (practical skills). Oleh karenanya sekolah Budi Mulia Tangerang menghadirkan BM Edu Cafe, sebagai wadah komprehensif bagi peserta didik untuk menempa para peserta didik agar memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).
Ia mengatakan, di sekolah Budi Mulia para siswa tidak hanya belajar teori bisnis di ruang kelas, melainkan langsung terjun menangani operasional kafe secara mandiri melalui BM Edu Cafe. Berbagai produk kuliner dijajakan di sini, mulai dari beragam varian kopi panas dan dingin, aneka snack, roti, hingga kentang goreng.
Menurut dia, Mulia Lab Skill bertumpu pada tiga komponen utama, yaitu pembentukan karakter siswa. Para siswa yang menjalani praktik di Edu Cafe ditempa agar terbentuk karakternya, berintegritas dan etos kerja yang tinggi. Kemudian public speaking, siswa didorong memiliki kemampuan komunikasi dalam melayani konsumen.
“Nah ketika mereka terjun langsung, setidaknya dapat membentuk jiwa entrepreneurship, sudah memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Pancari.
“Jadi mereka tahu secara aktual dalam menjalankan usaha, apapun itu usahanya. Tujuannya dalam upaya menciptakan pengusaha muda, entrepreneurship yang tangguh,” sambungnya.
Pancari menambahkan, program Mulia Lab Skill ini diikuti oleh seluruh peserta didik di lingkungan sekolah Budi Mulia, mulai dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK. Namun demikian, pihak sekolah melakukan tahapan seleksi secara ketat terlebih dahulu sebelum para siswa diterjunkan mengelola Edu Cafe tersebut.
“Jadi mereka yang terpilih mendapatkan kesempatan emas untuk mempraktikkan teori bisnis secara aktual,” ujarnya.
Pancari mengatakan, guna menjaga efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, pengelolaan kafe dibagi ke dalam sistem shift bergantian dengan masing-masing shift sebanyak lima siswa.
“Program mulok ini lebih ke vokasi ya, tapi sekolah Budi Mulia mempraktikannya untuk seluruh siswa, mulai dari jenjang SMP, SMA, dan SMK agar mereka berkesempatan mendapatkan pelatihan sekaligus praktik kewirausahaan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, para siswa dilatih langsung keterampilan teknis dan non-teknis, mulai dari meracik kopi sendiri sesuai standar hingga berinteraksi langsung melayani konsumen yang datang memesan.
Sebagai program yang baru berjalan ini, kata Pancari, antusiasme peserta didik terbilang sangat tinggi. Pihaknya memberikan kesempatan secara merata, ia menerapkan sistem rolling atau pergantian tugas setiap satu bulan sekali.
Kehadiran BM Edu Cafe ini, pihak sekolah berharap, agar program Mulia Life Skill dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak siswa.
“Diharapkan kedepannya para siswa bisa menjadi entrepreneur yang sukses, memiliki daya saing tinggi, dan pada akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(*)











