SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dampak kekeringan di Kota Tangsel terus meluas. Hingga 28 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat terdapat 76 titik kekeringan yang tersebar di 11 kelurahan.
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, akibat kondisi tersebut, sebanyak 3.751 kepala keluarga (KK) atau 14.023 jiwa terdampak kekurangan air bersih.
“Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bersama pihak terkait telah mendistribusikan sebanyak 2.856.150 liter air bersih selama periode 8 Juli hingga 1 November 2026,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 2 November 2026.
Dian menambahkan, berdasarkan data distribusi air bersih, Kelurahan Keranggan di Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan titik kekeringan terbanyak, yakni 18 titik. Disusul Kelurahan Kademangan sebanyak 16 titik dan Kelurahan Buaran sebanyak 11 titik.
“Selanjutnya, Kelurahan Setu tercatat memiliki sembilan titik kekeringan, Kelurahan Babakan enam titik, serta Kelurahan Bakti Jaya empat titik,” tambahnya.
Sementara itu, titik kekeringan lainnya tersebar di Kelurahan Serpong dan Pondok Benda masing-masing dua titik, serta Kelurahan Muncul, Lengkong Gudang dan Rawa Mekar Jaya masing-masing satu titik atau sesuai sebaran yang tercatat dalam data BPBD.
Dari sebaran tersebut, wilayah Kecamatan Setu menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak kekeringan. Kondisi ini membuat kebutuhan pasokan air bersih bagi masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selama periode pendistribusian, total air bersih yang telah disalurkan mencapai lebih dari 2.856.150 juta liter. “Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau,” jelasnya.
Pemerintah melalui BPBD Kota Tangsel terus melakukan pendistribusian air bersih ke lokasi-lokasi terdampak guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya. (*)











