Pemkot Tangsel Racik Opening Porprov dengan Sentuhan Festival

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

PAMULANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 bakal dikemas seperti festival rakyat. Pemkot Tangsel akan melibatkan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas hobi hingga seniman lokal untuk memeriahkan seremoni pembukaan tersebut.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, konsep tersebut disiapkan agar pembukaan Porprov tidak hanya menjadi seremoni olahraga bagi atlet dan ofisial, tetapi juga menjadi hiburan sekaligus ruang partisipasi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sejumlah elemen masyarakat telah didata untuk dilibatkan dalam kegiatan yang akan berlangsung di Lapangan Sunburst BSD, Serpong, tersebut.

“Kita mengajak seluruh masyarakat untuk bisa merayakan opening ceremony Porprov Banten ini. Karena ini event kita bersama. Ayo kita sukseskan dan dukung bersama-sama,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 3 November 2026.

Pilar menambahkan, kemeriahan pembukaan nantinya juga akan didukung berbagai pertunjukan seni dan atraksi. Di antaranya tarian kolosal yang melibatkan anak-anak dan seniman lokal, penampilan paduan suara Suara Nusantara, serta atraksi terjun payung.

Menurutnya, keterlibatan seniman dan komunitas lokal menjadi kesempatan untuk memberikan ruang bagi potensi daerah sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat Tangsel kepada pengunjung.

Selain konsep acara, Pemkot Tangsel juga terus mematangkan persiapan teknis. Sejumlah hal terkait opening ceremony, closing ceremony, dan pelaksanaan Porprov telah dibahas bersama panitia.

“Saat ini, masing-masing bidang tengah melakukan evaluasi hasil rapat sebelum memaparkan kesiapan kepada panitia pengarah (Wasrah) KONI Provinsi Banten,” tambahnya.

Pilar menyebutkan, Lapangan Sunburst dipilih sebagai lokasi pembukaan karena mampu menampung hingga 5.000 orang. Sementara itu, penutupan masih direncanakan berlangsung di Alun-alun Pondok Aren.

“Kalau opening lebih besar. Biasanya saat closing yang hadir juara satu, dua, tiga dan tidak semua kontingen,” jelasnya.

Pembukaan juga direncanakan berlangsung pada pagi hari. Hal itu untuk mendukung atraksi terjun payung yang membutuhkan kondisi angin relatif aman.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua KONI Banten yang juga memiliki pengalaman sebagai penerjun. Berdasarkan pertimbangan teknis, penerjunan idealnya dilakukan sebelum pukul 10.00 WIB.

“Karena ada terjun payung juga. Jadi, yang aman itu angin di bawah jam 10 pagi. Kecepatan anginnya relatif lebih aman untuk kegiatan penerjunan,” tutupnya. (*)

Pos terkait