PANONGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Panongan 3 terus berupaya menanamkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan sejak dini kepada para siswa. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pagar Ketapang Sekolah dengan mengajak peserta didik menanam berbagai tanaman produktif, termasuk sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Program tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa agar mengenal pentingnya ketahanan pangan melalui kegiatan sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah masing-masing.
Kepala SDN Panongan 3 Supendi mengatakan, kegiatan Pagar Ketapang Sekolah bukan sekadar mengajak siswa bercocok tanam, tetapi juga memberikan pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.
Menurutnya, pendidikan ketahanan pangan perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia sekolah. Dengan begitu, siswa dapat memahami bahwa memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga bisa dimulai dari lingkungan terdekat, tanpa harus memiliki lahan yang luas.
“Melalui program Pagar Ketapang Sekolah ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, dengan menanam sayuran atau tanaman produktif di halaman rumah. Meskipun lahannya terbatas, tetap bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam,” ujar Supendi kepada Bantenekspres.co.id, Senin 2 November 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal berbagai jenis tanaman pangan. Mulai dari proses menanam, merawat, hingga memahami manfaat tanaman yang nantinya dapat dipanen dan dikonsumsi.
Dengan pembelajaran secara langsung, siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak perlu mengetahui bahwa ada banyak jenis tanaman yang bisa ditanam di sekitar rumah dan memiliki manfaat untuk kebutuhan pangan. Mereka juga belajar bagaimana merawat tanaman agar bisa tumbuh dengan baik hingga nantinya menghasilkan sesuatu yang dapat dipanen,” jelasnya.
Supendi menambahkan, program ini sekaligus menjadi upaya membangun kebiasaan positif kepada peserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan. Selain mengenal tanaman produktif, siswa juga dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam merawat tanaman yang telah ditanam.
“Kami ingin membangun kebiasaan anak-anak agar lebih mencintai lingkungan dan memiliki kepedulian terhadap tanaman. Ketika mereka ikut menanam dan merawatnya, tentu ada proses pembelajaran tentang tanggung jawab, kesabaran, serta bagaimana menghargai hasil yang diperoleh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan di rumah bersama keluarga. Bahkan, siswa bisa mengajak orang tua untuk memanfaatkan pekarangan atau ruang kosong yang tersedia sebagai tempat menanam sayuran dan tanaman produktif lainnya.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di sekolah saja. Anak-anak bisa membawa ilmu yang didapat ke rumah, kemudian mempraktikkannya bersama orang tua. Tidak harus menggunakan lahan yang luas, karena yang terpenting adalah bagaimana memaksimalkan lahan yang ada untuk menghasilkan tanaman pangan,” tuturnya.
Ia menegaskan, melalui Pagar Ketapang Sekolah, SDN Panongan 3 ingin ikut mendukung upaya penguatan ketahanan pangan dengan membangun kesadaran generasi muda sejak dini.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin siswa memahami bahwa mereka juga bisa mengambil bagian, dimulai dari menanam sayuran sendiri. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bekal pengetahuan dan kebiasaan baik yang terus mereka terapkan hingga dewasa,” pungkasnya. (*)











