SERPONG UTARA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak delapan tim mengikuti turnamen sepak bola antarkecamatan dalam kegiatan Dikbud Cup III yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel.
Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan solidaritas tenaga pendidik dan kependidikan. Turnamen berlangsung di Stadion Mini Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Senin, 2 November 2026. Delapan tim yang berpartisipasi terdiri dari tujuh tim perwakilan kecamatan dan satu tim Dindikbud Kota Tangsel.
Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, turnamen menjadi sarana mempertemukan para guru dari berbagai kecamatan dalam suasana kebersamaan dan sportivitas.
“Tujuannya selain meningkatkan silaturahmi antara sesama warga masing-masing kecamatan, juga memupuk kemampuan, khususnya di bidang olahraga dan lebih spesifik lagi sepak bola di masing-masing kecamatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 2 November 2026.
Menurutnya, sepak bola dipilih karena merupakan olahraga yang digemari masyarakat dan melibatkan banyak peserta. Dengan begitu, interaksi serta kebersamaan antarkecamatan diharapkan semakin kuat.
Dia menegaskan, sportivitas harus menjadi hal utama dalam setiap pertandingan. Kemenangan memang penting, tetapi sikap sportif jauh lebih penting untuk dijaga seluruh peserta.
“Menang penting, tapi sportif itu lebih penting. Yang menang disyukuri sebagai bentuk apresiasi bahwa pembinaannya sudah berjalan. Bagi yang belum beruntung, ini menjadi bahan evaluasi agar tahun depan bisa memperkuat timnya,” tambahnya.
Deden menjelaskan, turnamen tersebut direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Bahkan, dia berharap pelaksanaan tahun depan dapat berlangsung lebih besar dengan melibatkan tambahan cabang olahraga.
Selain sepak bola, sejumlah kegiatan olahraga lainnya juga mulai diinisiasi di tingkat kecamatan. Salah satunya bola voli yang sudah mulai dilaksanakan di Kecamatan Serpong Utara dan mendapat sambutan cukup meriah.
“Mudah-mudahan tahun depan ada tambahan cabang olahraga lagi yang bisa dilombakan supaya silaturahmi antarkecamatan semakin erat,” jelasnya.
Adapun peserta turnamen tersebut diutamakan berasal dari kalangan guru. Setiap kecamatan diberikan kesempatan menyusun tim terbaik dengan komposisi pemain yang solid untuk mewakili wilayah masing-masing. Kegiatan berlangsung selama satu hari.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Dikbud Cup III menjadi momentum memperkuat kebersamaan para tenaga pendidik dan kependidikan di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari.
“Ini adalah momen untuk menjaga solidaritas dan silaturahmi antartenaga pendidik di Kota Tangerang Selatan. Kita berharap ke depan mereka bisa bekerja lebih produktif, lebih baik lagi, dan menjaga ritme konsolidasi yang baik bersama rekan-rekannya,” ujarnya.
Menurut Pilar, kegiatan dengan konsep fun football tersebut juga memberikan ruang bagi para guru dan staf sekolah untuk berolahraga sekaligus berkompetisi dalam suasana menyenangkan.
Dia juga mengimbau para tenaga pendidik untuk rutin berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu. Jenis olahraga yang dilakukan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, mulai dari lari, jalan kaki, angkat beban hingga aktivitas olahraga lainnya.
“Saya harap tenaga pendidik di Kota Tangsel ini selalu bisa menjadi contoh untuk anak-anak. Tidak cukup anak-anak hanya belajar akademik di sekolah, tetapi mereka juga harus menjaga kebugaran dan jasmani,” ungkapnya.
Pilar menegaskan, tenaga pendidik harus menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat. Sebab, aktivitas guru yang cukup padat membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Dia juga berpesan agar para guru dan seluruh staf sekolah terus memberikan pelayanan terbaik dalam menjalankan tugas, terutama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan generasi muda.
“Pesan saya untuk para guru, tenaga pengajar dan staf di seluruh sekolah di Kota Tangsel, agar bisa bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik untuk mencerdaskan anak-anak kita. Kemajuan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan ada di tangan Bapak dan Ibu semua,” tutupnya. (*)











