Mitsubishi Fuso Dukung Implementasi B50, Kendaraan Lulus Uji 40 Ribu Kilometer

Sejumlah unit Truk Mitsubishi Fuso terpajang di Booth Mitsubishi Fuso Hall 14, ICE BSD, Kabupaten Tangerang. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

PAGEDANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Bertepatan dengan penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Disway.id berkolaborasi dengan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menggelar Interactive Talk Show bertema “Bedah Road Map Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” di Booth Mitsubishi Fuso Hall 14, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat, 7 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Diskusi tersebut menghadirkan Koordinator Kelompok Kerja Pengujian Hilir Migas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Cahyo Setyo Wibowo, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Aji Jaya, serta Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (Graha Trans) Ronny Senjaya.

Kegiatan ini membahas kesiapan implementasi biodiesel B50 dari sisi regulasi, kesiapan industri otomotif, hingga pengalaman pelaku transportasi dalam mengoperasikan armada menggunakan bahan bakar tersebut.

Koordinator Kelompok Kerja Pengujian Hilir Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo menjelaskan, B50 merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran 50 persen biodiesel (B100/FAME) dan 50 persen minyak solar.

Menurutnya, penerapan B50 menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.

“Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B50 secara nasional. Biodiesel yang digunakan juga diproduksi di dalam negeri, mulai dari bahan baku, pabrik, tenaga kerja hingga distribusinya,” ujarnya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Cahyo menjelaskan, implementasi B50 bukan dilakukan secara instan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan mandatori biodiesel yang dimulai sejak B2,5, kemudian meningkat menjadi B10, B20, B30, B35, B40 hingga kini B50.

Sebelum diterapkan, kata Cahyo, B50 telah melalui serangkaian uji jalan terhadap kendaraan diesel berbobot di atas 3,5 ton dengan jarak tempuh hingga 40 ribu kilometer.
“Pengujian dilakukan dengan pemeriksaan mesin sebelum digunakan, kemudian dibongkar kembali setelah menempuh 40 ribu kilometer untuk melihat pengaruhnya terhadap mesin, fuel line, fuel filter, dan komponen lainnya,” tambahnya.

Hasil pengujian tersebut dianalisis bersama pemerintah, tim peneliti, serta para ahli dari masing-masing pabrikan kendaraan.
Menurut Cahyo, peningkatan kadar biodiesel selalu diiringi dengan peningkatan kualitas B100 sehingga implementasi B50 dapat dilakukan secara aman.

“Pemerintah telah menyiapkan pasokan bahan baku melalui kerja sama lintas kementerian, khususnya Kementerian Pertanian, untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel,” tutupnya.

Sementara itu, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya mengatakan Mitsubishi Fuso mendukung penuh implementasi B50 dan ikut terlibat dalam proses pengujian kendaraan. Salah satu truk Mitsubishi Fuso Canter digunakan dalam uji jalan B50 hingga menempuh jarak 40 ribu kilometer.

“Alhamdulillah selama pengujian berjalan lancar dan tidak ditemukan dampak negatif yang signifikan terhadap kendaraan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapan implementasi, KTB juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jaringan dealer yang kini berjumlah 223 lokasi di seluruh Indonesia. Menurut Aji, edukasi diberikan kepada mekanik, teknisi, hingga konsumen agar memahami langkah-langkah antisipasi dalam penggunaan B50.

Selain melalui dealer, sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran GIIAS 2026. Ia menambahkan, sejak April 2022 seluruh kendaraan diesel baru telah mengikuti standar emisi Euro 4 sesuai regulasi pemerintah.

“Kami terus menyesuaikan perkembangan teknologi kendaraan dengan kebijakan pemerintah, termasuk implementasi B50,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (Graha Trans), Ronny Senjaya mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya saat ini mengoperasikan sekitar 2.000 unit truk CDD dan melayani distribusi di Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatera hingga Sulawesi.

Perusahaan tersebut melayani berbagai pelanggan dari sektor barang konsumsi, logistik, hingga jasa kurir seperti Mayora, Kapal Api, Wings, Mondelez, Sosro, Coca-Cola, Shopee Express, J&T, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Ronny mengatakan hampir seluruh armada Graha Trans kini telah menggunakan B50.

Menurutnya, transisi dari solar konvensional ke B30 hingga B50 berjalan baik karena perusahaan mendapatkan pendampingan dari ATPM dan dealer. “Kami mendapatkan edukasi mengenai langkah-langkah preventif yang harus dilakukan agar operasional tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Ronny menegaskan, hingga kini penggunaan B50 belum menimbulkan kendala berarti terhadap operasional armada perusahaan.
“Dampaknya tidak signifikan. Tim mekanik kami juga telah mendapatkan pelatihan dari ATPM sehingga sampai saat ini belum ada laporan gangguan operasional akibat penggunaan B50,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait