SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus dimatangkan. Dari 60 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, sejumlah venue disiapkan di luar daerah. Namun, cabang olahraga panjat tebing dipastikan tetap digelar di Community Center Pamulang, Tangsel.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel sekaligus Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan. Ia memastikan persiapan penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi itu masih berjalan sesuai jadwal.
“Sekarang semuanya sedang persiapan. Teman-teman dari KONI persiapan, kami dari PB juga sedang persiapan. Ya, masih dalam on the track,” ujar Pilar kepada wartawan, Sabtu 10 Oktober 2026.
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan bersama KONI Provinsi Banten dan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah). Pembahasan meliputi kesiapan venue, kebutuhan teknis, hingga pelaksanaan pertandingan agar seluruh rangkaian Porprov berjalan lancar.
Pilar menyebutkan, pembukaan Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan berlangsung di Lapangan Sunburst, BSD, Serpong, pada 15 November 2026. Sementara lokasi penutupan masih belum ditentukan.
Terkait venue pertandingan, lima cabor direncanakan berlangsung di luar Kota Tangsel karena keterbatasan fasilitas yang memenuhi standar pertandingan.
Sejumlah cabor yang menggunakan venue di luar Tangsel di antaranya selancar ombak di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, serta bowling di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kabupaten Tangerang. Sementara hoki dan gimnastik dijadwalkan berlangsung di kawasan Nambo, Kota Tangerang.
Adapun panjat tebing dipastikan tetap digelar di Tangsel. Untuk memenuhi kebutuhan pertandingan, panitia akan menyewa peralatan agar fasilitas yang dibutuhkan dapat dipasang di Community Center Pamulang.
“Panjat tebing jadinya tetap di Tangsel. Kemarin sudah fix di Tangsel, jadi kita sewa alatnya sehingga bisa dipasangkan di Tangsel,” jelasnya.
Pilar berharap, seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan Porprov berlangsung optimal dan memberikan pengalaman terbaik bagi atlet maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin mengatakan, penentuan venue sejumlah cabor masih melalui pembahasan teknis. Hal ini dilakukan karena tidak semua fasilitas olahraga di Tangsel memenuhi kebutuhan dan standar pertandingan.
“Dari hasil pembahasan sementara, sedikitnya lima cabor berpotensi menggunakan venue di luar Tangsel. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah menyesuaikan hasil pengecekan dan kesiapan masing-masing venue,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Ica itu menyebutkan, selancar ombak menjadi salah satu cabor yang diarahkan ke Kabupaten Lebak karena membutuhkan kondisi ombak laut. Sementara bowling juga dipertimbangkan digelar di luar Tangsel.
Sebelumnya, panjat tebing turut masuk dalam pembahasan terkait kelayakan venue. Namun, setelah dilakukan koordinasi, cabor tersebut dipastikan tetap digelar di Tangsel dengan dukungan peralatan tambahan.
Ica menambahkan, penggunaan venue juga akan diatur agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Satu lokasi memungkinkan digunakan untuk beberapa cabor apabila jadwal pertandingan dapat disesuaikan.
Bahkan, pertandingan tertentu berpeluang dimajukan untuk menghindari benturan jadwal dan penggunaan fasilitas.
“Kalau memang venue-nya berbenturan, bisa diatur dengan mengisi tanggal-tanggal yang masih kosong. Jadi, satu venue bisa digunakan untuk beberapa cabor kalau memang memungkinkan,” tuturnya.
Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November 2026 dengan mempertandingkan 60 cabor. Pemerintah Kota Tangsel bersama PB Porprov dan KONI terus mematangkan berbagai kebutuhan agar ajang olahraga tingkat provinsi tersebut berjalan lancar. (*)











