SMKN 3 Kota Tangsel Ikuti Cari Aman Academy Bootcamp

Siswa dan guru peserta ajang Cari Aman Academy Bootcamp regional yang digelar Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengikuti pengarahan dari perwakilan WMS. Wahana Honda For Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMKN 3 Kota Tangsel menjadi salah satu sekolah yang mengikuti ajang Cari Aman Academy Bootcamp regional yang digelar Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS).

Kegiatan yang berlangsung di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati (SRC WMS) tersebut menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk mengasah pengetahuan, keterampilan berkendara, serta kemampuan mengedukasi keselamatan berlalu lintas.

Bacaan Lainnya

Selain SMKN 3 Kota Tangsel, dua sekolah lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut yakni SMKN 5 Kabupaten Tangerang dan SMKN 8 Kabupaten Tangerang. Ketiga sekolah sebelumnya telah melalui proses penjaringan dan seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta.

Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati Agus Sani mengatakan, peserta terdiri dari perwakilan guru dan siswa yang diuji dalam berbagai aspek keselamatan berkendara.

“Materi ini menjadi dasar bagi peserta untuk memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum berkendara, sekaligus membangun pola pikir bahwa keselamatan merupakan bagian penting dari setiap perjalanan,” ujarnya dalam keterangannya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan prinsip 5P berkendara. Peserta kemudian mengikuti praktik teknik berkendara, seperti pengereman, keseimbangan dan slalom untuk menguji kemampuan mengendalikan sepeda motor secara tepat dan terukur.

Tidak hanya praktik di lintasan, peserta juga mengikuti simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT). Melalui simulasi tersebut, peserta mendapatkan pengalaman menghadapi berbagai situasi berkendara secara virtual dan belajar menentukan respons yang tepat untuk menjaga keselamatan.

Peserta juga mendapatkan pembekalan public speaking, komunikasi, dan edukasi kampanye keselamatan berkendara. Materi tersebut diharapkan membuat guru dan siswa mampu menerapkan sekaligus menyampaikan pesan “Cari Aman” kepada lingkungan sekolah dan pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan berkendara tidak cukup hanya teori, tetapi mempraktikkan teknik berkendara sekaligus belajar bagaimana menyampaikan pesan keselamatan kepada orang lain. Karena itu, dalam kegiatan ini, aspek pengetahuan, keterampilan dan komunikasi kami hadirkan secara beriringan,” tambahnya.

Menurutnya, keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem keselamatan berkendara di lingkungan sekolah. Guru dapat meneruskan edukasi kepada siswa, sementara pelajar dapat menjadi contoh bagi teman sebaya.

Agus berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada lingkungan sekitar.

“Kami berharap pengalaman selama kegiatan ini tidak berhenti ketika kompetisi selesai. Peserta dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam keseharian sekaligus mengajak lingkungan di sekitarnya untuk terus Cari Aman,” jelasnya.

Melalui Cari Aman Academy Bootcamp, WMS terus mendorong keterlibatan guru dan pelajar dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Upaya tersebut menjadi bagian dari Sinergi Bagi Negeri (SBN) melalui edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi antara edukasi, praktik, dan keterlibatan generasi muda, semangat Cari Aman diharapkan dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan di setiap perjalanan,” tutupnya.(*)

Pos terkait