CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Kadu, Kecamatan Curug, bersama Tim Pengukur Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim), Kecamatan Curug serta jajaran desa, melakukan pengukuran lahan untuk rencana pengadaan pembangunan unit sekolah baru SDN Kadu Sempur 2.
Pengukuran tersebut dilakukan di Kampung Sempur RT 06/06, Desa Kadu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah Desa Kadu yang semakin pesat.
Kepala Desa Kadu Muhamad Asdiansyah mengatakan, pengadaan lahan untuk sekolah merupakan kebutuhan penting yang harus dipersiapkan pemerintah seiring dengan perubahan kondisi wilayah dan meningkatnya jumlah penduduk.
“Desa Kadu saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, baik dari sisi geografis maupun demografis. Pertumbuhan penduduk terus terjadi sehingga kebutuhan terhadap berbagai fasilitas umum juga semakin meningkat,” ujar Asdiansyah kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 8 Oktober 2026.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian. Karena itu, Pemdes Kadu terus mendorong agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pengukuran lahan ini merupakan salah satu tahapan yang kami lakukan untuk mendukung pengadaan SDN Kadu Sempur 2. Kami ingin memastikan kebutuhan pendidikan masyarakat dapat dipenuhi, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah Desa Kadu dan sekitarnya,” katanya.
Asdiansyah menjelaskan, keberadaan sekolah baru nantinya diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih dekat bagi masyarakat. Dengan demikian, perkembangan jumlah penduduk dapat diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana publik.
“Jangan sampai pertumbuhan penduduk tidak diikuti dengan penambahan fasilitas. Kalau masyarakat bertambah, maka sekolah, fasilitas kesehatan, pelayanan publik dan fasilitas lainnya juga harus kita pikirkan bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Desa Kadu saat ini tengah diproyeksikan menjadi bagian dari kawasan kota baru. Kondisi tersebut, kata dia, membuat pemerintah desa harus melakukan berbagai persiapan agar perkembangan wilayah tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
“Desa Kadu tengah menghadapi perubahan yang besar. Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Karena itu, pembangunan fasilitas pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari transformasi Desa Kadu,” jelasnya.
Menurut Asdiansyah, rencana pembangunan SDN Kadu Sempur 2 bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik sekolah, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi penerus di Desa Kadu.
“Sekolah bukan sekadar bangunan. Di sana ada masa depan anak-anak kita. Karena itu, kami ingin fasilitas pendidikan yang dibangun nantinya benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengukuran lahan, mulai dari BPN, Dinas Perkim, Kecamatan Curug hingga jajaran Pemdes Kadu.
“Kami mengapresiasi dukungan dari semua pihak. Pengadaan lahan ini tentu membutuhkan proses dan koordinasi. Kami bersama-sama mengawal agar setiap tahapannya dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain memperjuangkan pembangunan sekolah dasar, Pemdes Kadu juga tengah berupaya mendorong hadirnya fasilitas pendidikan tingkat SMA Negeri di wilayah Desa Kadu.
“Kami tidak hanya memperjuangkan SDN Kadu Sempur 2. Kebutuhan SMA Negeri juga sedang kami perjuangkan agar bisa terbangun di wilayah Desa Kadu,” tegasnya.
Asdiansyah berharap, dengan semakin lengkapnya fasilitas pendidikan, masyarakat Desa Kadu tidak perlu menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Kami ingin anak-anak di Desa Kadu memiliki akses pendidikan yang mudah. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemdes Kadu akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengawal berbagai kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
“Kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” pungkasnya. (*)









