Pemkot Tangsel Kaji Renovasi Lapangan Futsal Berstandar Internasional

Sejumlah anak-anak bermain olahraga futsal di lapangam futsal di Kawasan Community Center Pamulang. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel mulai mengkaji kemungkinan renovasi fasilitas lapangan futsal agar memenuhi standar pertandingan. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi futsal di Provinsi Banten.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap awal. Pemkot Tangsel akan mengecek kondisi sejumlah aset olahraga yang dimiliki, termasuk kemungkinan melakukan renovasi lapangan futsal di kawasan Community Center Pamulang.

Bacaan Lainnya

“Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) menyampaikan bahwa dibutuhkan lapangan futsal yang standar di tingkat provinsi. Baru ada tiga se-Provinsi Banten. Mungkin nanti kita cek salah satu lapangan kita, mungkin ke depan perencanaan dulu, baru pembangunan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID beberapa waktu lalu.

Pilar menambahkan, salah satu opsi yang dapat dikaji yakni memperbesar lapangan yang sudah tersedia atau menyesuaikan materialnya dengan standar yang dibutuhkan. Namun, pelaksanaannya harus melalui pengecekan teknis dan perhitungan anggaran terlebih dahulu.

“Kita juga bicara hitung perkiraan anggarannya berapa, mau dicantolkan di anggaran tahun berapa, direncanakan dulu. Nanti harus masuk ke APBD, apakah 2027 kita bikin perencanaan, 2028 kita eksekusi,” tambahnya.

Sebagai Plt. Ketua PSSI Provinsi Banten, Pilar menilai pengembangan fasilitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelatih futsal.

Menurutnya, perkembangan prestasi futsal Indonesia menjadi peluang besar bagi daerah untuk ikut mendorong pembinaan atlet. Karena itu, semakin banyak pelatih berkualitas dibutuhkan untuk mengembangkan potensi pemain sejak usia dini.

“Futsal Indonesia sekarang prestasinya sudah sangat gemilang di tingkat nasional. Pertumbuhannya sangat pesat. Artinya, masa depan futsal Indonesia cerah dan harus didukung, ditunjang oleh para pelatihnya juga yang berkualitas,” jelasnya.

Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel mendukung program pengembangan futsal, termasuk pelatihan pelatih berlisensi. Menurutnya, sertifikasi penting agar pelatih memiliki bekal ilmu dan pengalaman dalam membina atlet.

“Kalau mau maju prestasinya, mau bisa berprestasi anak-anak didiknya, ya harus mengikuti pelatihan. Karena di situ ada ilmu, ada pengalaman yang di-sharing kepada teman-teman. Dan ada sertifikasi sebagai syarat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua AFK Kota Tangsel Rudi Irawan mengatakan, kebutuhan lapangan berstandar menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan futsal di Tangsel.

Menurutnya, Kota Tangsel sebenarnya memiliki sejumlah lapangan futsal. Namun, belum seluruhnya memenuhi standar yang dibutuhkan untuk pertandingan maupun pelatihan pada level tertentu.

“Harapan kita ke depannya adanya lapangan yang berstandarisasi. Venue kita ada, tapi belum standarisasi. Harapan kita untuk pelatihan bisa venue-venue itu bisa punya kita sendiri,” ujarnya.

Rudi berharap, dukungan terhadap fasilitas olahraga dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelatih. Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki kompetensi dan lisensi resmi, pembinaan futsal di Kota Tangsel diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. (*)

Reporter : Tri Budi

Pos terkait