Distan Provinsi Banten Waspadai Hama Tanaman

Plt Kepala Distan Provinsi Banten, Saiful Bahri saat diwawancarai di Pendopo Gubernur Banten, belum lama ini.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten terus mewaspadai adanya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau hama pada tanaman. Langkah ini dilakukan dengan melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tanaman OPT Padi untuk meningkatkan produksi pangan.

Plt Kepala Distan Provinsi Banten, Saiful Bahri, mengatakan bahwa produksi padi di Provinsi Banten cenderung alami penurunan dengan rata-rata produksi 5 ton perhektare.

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, pihaknya gencar melakukan Gerdal Hama Tanaman OPT Padi, salah satunya yang telah dilakukan di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

“Jadi selain menekan serangan hama, langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga produksi pangan Banten,” katanya, Senin 12 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pentingnya proteksi tanaman secara komprehensif. Pengawasan lapangan tidak boleh terhenti pada proses penyemprotan semata, tetapi harus dilanjutkan dengan pemantauan berkala.

“Pengendalian OPT ini harus dilakukan bersama-sama, terpadu dan berkelanjutan. Setelah dilakukan pengendalian, harus tetap dimonitor dan dievaluasi efektivitasnya,” ujarnya.

Petani diimbau untuk sigap mengenali gejala ancaman OPT, khususnya serangan penggerek batang. Saiful meminta para kelompok tani tak menunda pelaporan jika menemukan indikasi hama di lapangan agar tindakan susulan dapat segera direkomendasikan sebelum kerusakan meluas.

“Kalau ada serangan penggerek batang atau OPT lainnya, segera laporkan. Jangan menunggu serangannya semakin meluas,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang PTHP Dadan Firdaus Setya Permana, mengatakan peningkatan produktivitas padi menjadi salah satu fokus yang perlu digenjot karena berdasarkan evaluasi hingga September menunjukkan produksi padi cenderung menurun.

Maka dari itu, ia menargetkan produktivitas padi mencapai sekitar 7-8 ton per hektare, termasuk di wilayah Pontang yang ditarget menjadi 8-9 ton per hektare.

“Rata-rata Banten masih sekitar 5 ton per hektare, sehingga masih ada ruang untuk kita tingkatkan,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan upayaainya dengan meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), namun hal itu harus dibarengi perawatan tanaman secara optimal.

“Peningkatan LTT harus diikuti dengan pemeliharaan tanaman yang optimal. Jangan sampai luas tanam bertambah, tetapi perawatannya tidak maksimal,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan kepada petani dan kelompok tani untuk melaporkan apabila terjadi banjir maupun kekeringan agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.

Dinas Pertanian Banten juga akan meninjau kondisi saluran atau kali di sekitar lokasi untuk menentukan kebutuhan tindak lanjut perbaikan pengairan.

Menurutnya, pengendalian OPT, pemanfaatan pupuk, perbaikan pengairan dan peningkatan produktivitas dinilai harus berjalan beriringan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menekan serangan hama, tetapi juga mencegah kehilangan hasil dan meningkatkan produksi padi Banten.

“Kalau ada kendala pengairan, baik banjir maupun kekeringan, segera laporkan kepada kami. Nanti akan kita koordinasikan dengan pihak terkait untuk mencari solusinya,” paparnya. (mam)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait