TANGERANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kota Tangerang. Muhammad Rifki, siswa kelas 9 SMP Negeri 10 Kota Tangerang, sukses memboyong medali perunggu atas capaian Juara 3 dalam ajang bergengsi Pugnator Internasional Open Taekwondo Grandslam Youth Champions 2026.
Turnamen tingkat internasional ini diselenggarakan atas kerja sama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, di Indoor Stadium, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada 2 Oktober 2026.
Dalam ajang tersebut Rifki masuk kategori Kyorugi Putra. Pada pertandingan 8 besar ia berhasil menumbangkan lawannya asal negara Vietnam. Pada babak final memperebutkan juara 3, ia berhadapan atlet muda asal Indonesia dan berhasil memenangkan pertandingan tersebut.
‘Saya sempet deg-degan, soalnya baru kali ini ikut pertandingan tingkat internasional, tapi Alhamdulillah saya berhasil meraih juara 3, memperoleh medali perunggu setelah bertanding melawan asal Indonesia juga,” ungkap Rifki saat ditemui, Senin, 5 Oktober 2026.
“Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya, terutama karena bisa membawa nama baik sekolah saya, Kita Tangerang bahkan negara Indonesia,” sambungnya.
Dikatakannya, ajang turnamen kejuaraan Pugnator Internasional Open Taekwondo Grandslam Youth Champions 2026, diikuti atlet Taekwondo asal manca negara seperti Sinegal, Thailand, Vietnam, Malaysia dan beberapa negara lainnya.
Rifki menyebut, persiapan menuju kejuaraan ini tidaklah instan. Ia harus menjalani latihan rutin hingga beberapa kali dalam seminggu, mulai dari teknik kyorugi (pertarungan), penguatan fisik, hingga menjaga kedisiplinan mental di bawah bimbingan pelatih profesional. Dukungan penuh dari pihak sekolah serta keluarga menjadi bahan bakar utama baginya untuk tetap fokus menghadapi para atlet muda tangguh dari mancanegara.
“Memang sebelumnya latihan persiapan jelang turnamen lebih ekstra, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ujarnya.
Rifki menceritakan, ketertarikannya pada cabang olahraga taekwondo berawal saat ia memasuki jenjang SMP. Meskipun awalnya sempat tertarik pada olahraga pencak silat, minatnya berbelok setelah melihat ekstrakurikuler taekwondo di sekolahnya.
“Pas masuk SMP, baru dua minggu latihan taekwondo, langsung ada rasa pengin mendalami. Jadi kalau ada latihan tambahan, saya selalu ikut untuk mengoptimalkan kemampuan,” kata Rifki.
Perjalanan prestasi Rifki terbilang cukup melesat cepat. Baru dua kali mengikuti kejuaraan resmi, ia selalu berhasil membawa pulang medali. Pada ajang perdananya di Liga Pelajar tingkat Kota Tangerang pada tahun 2025, ia berhasil menyabet medali emas di kategori pemula. Sementara pada ajang internasional keduanya kali ini, ia bertanding di kategori semiprestasi dan berhasil mengamankan medali perunggu.
“Pas pertama kali masuk arena pertandingan tentu rasanya deg-degan banget karena dilihat banyak orang. Tapi alhamdulillah pas menang senang banget. Ikut di kejuaraan internasional ini juga senang, apalagi sertifikatnya bisa dimanfaatkan untuk masuk SMA Negeri jalur prestasi non-akademik nanti,” tambahnya.
Rifki mengaku siap jika sewaktu-waktu dipanggil untuk mewakili daerah dalam ajang yang lebih besar seperti Porprov maupun kejuaraan lainnya. Selain fokus pada karier atlet, ia juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang militer.
“Kalau ke depannya pengin tetap jadi atlet, tapi ada cita-cita juga pengin coba daftar tentara,” pungkasnya.
Rifki kini bersiap untuk kembali tampil pada kejuaraan taekwondo tingkat internasional berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Desember 2026 mendatang. Ia berharap, terus menorehkan prestasinya di bidang olahraga Taekwondo yang tengah digelutinya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 10 Kota Tangerang, bidang Kesiswaan, Adrianto menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian gemilang yang ditorehkan Rifki. Partisipasinya di ajang internasional ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pelajar lainnya di Kota Tangerang untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Menurutnya, perjuangan Rifki di ajang turnamen Kejuaraan Internasional tidak hanya membawa nama baik sekolah, melainkan sudah mewakili bangsa dan negara Indonesia di level internasional.
“Rasanya kita bangga sekali. Anak ini bukan lagi sekadar mewakili sekolah, tetapi sudah dalam skala besar, bisa dikatakan membawa nama negara Indonesia. Apalagi dengan perjuangannya yang luar biasa; meski sempat mengalami cedera pada bagian sikut (elbow), dia tetap pantang menyerah hingga akhirnya berhasil meraih medali perunggu,” ujar Adrianto.
Ia menambahkan, capaian prestasi Rifki tidak terlepas dari peran pembinaan ekstrakurikuler (esktra) Taekwondo yang ada di SMPN 10. Ilmu dan latihan yang didapatkan siswa di sekolah mampu diaplikasikan dengan maksimal saat bertanding di luar.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi potensi siswa, kata Adrianto, pihak SMPN 10 memberikan berbagai dukungan formal, salah satunya berupa dispensasi jam belajar bagi siswa yang mengikuti persiapan ajang resmi berskala nasional maupun internasional.
“Kalau dari pihak sekolah, ketika ada even resmi apalagi yang diselenggarakan institusi seperti KONI Pusat, tentu kita berikan dispensasi akademik untuk persiapan latihan dan turnamen. Tidak semua anak unggul di bidang akademis murni, sehingga kita wajib full support pada minat dan bakat yang mereka tekuni, namun tetap menjaga keseimbangan (balance) dengan kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga berharap torehan prestasi yang diraih Rifki dapat menjadi modal berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.
“Sertifikat ajang internasional ini memperkuat langkahnya saat mendaftar ke jenjang sekolah berikutnya melalui jalur prestasi non-akademik. Sekolah akan terus memfasilitasi dan mendukung penuh setiap bakat siswa,” pungkasnya.(*)











