LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, terus berupaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan keimanan masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya dengan menggelar pengajian bulanan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Babat, Kecamatan Legok.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para ulama, tokoh agama, pemerintah desa, serta masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua MUI Kecamatan Legok KH. Mita Mustofa mengatakan, bahwa pengajian bulanan bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pengajian memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan beragama agar tetap harmonis, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan pengajian bulanan ini dapat kembali dilaksanakan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berjalan secara istiqamah karena banyak manfaat yang bisa diperoleh, terutama dalam meningkatkan keimanan, memperluas wawasan keagamaan, serta mempererat silaturahmi antara ulama dan masyarakat,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 11 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pengajian bulanan juga menjadi momentum untuk mengingatkan umat Islam agar senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama, memperkuat persatuan, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui pengajian ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kesibukan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari membuat kita melupakan kewajiban beribadah dan pentingnya menambah ilmu agama,” katanya.
Ia menambahkan, ilmu agama perlu terus dipelajari dan diamalkan agar dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, pengajian merupakan salah satu sarana untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus membangun akhlak yang baik.
“Kami berharap apa yang disampaikan dalam setiap pengajian tidak hanya didengar, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga akhlak, menghormati orang tua, menyayangi sesama, menjaga kerukunan tetangga, hingga membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Perbedaan pendapat, kata dia, hendaknya disikapi dengan bijaksana, mengedepankan musyawarah, serta tidak menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan persaudaraan.
“Persatuan dan kerukunan harus terus kita jaga. Jangan mudah terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan. Sebagai umat Islam, kita harus mengedepankan akhlak, saling menghargai, dan membangun komunikasi yang baik agar kehidupan bermasyarakat tetap aman, damai, dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mita berharap kegiatan pengajian bulanan MUI Kecamatan Legok dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat. Dengan demikian, syiar Islam dapat semakin luas dan masyarakat memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan pengetahuan serta pengamalan ajaran agama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Mari kita jadikan pengajian sebagai kebutuhan untuk menambah ilmu dan memperbaiki diri, bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial. Semoga melalui pengajian ini, keimanan kita semakin kuat dan hubungan silaturahmi semakin erat,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Babat menyambut baik pelaksanaan pengajian bulanan yang diselenggarakan MUI Kecamatan Legok di Aula Kantor Desa Babat. Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Kepala Desa Babat Sukron Ma’mun berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
“Melalui pengajian bulanan ini, MUI Kecamatan Legok juga diharapkan terus berperan dalam membimbing umat, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan mendorong terciptanya kehidupan bermasyarakat yang dilandasi akhlak mulia, persaudaraan, serta semangat gotong royong,”tutupnya. (*)











