Pawai Budaya Kota Serang Usung Konsep Baru, Libatkan Seniman dan Komunitas

Asda 2 Kota serang Yudi Suryadi saat diwawancarai wartawan usai rapat persiapan pawai budaya. Foto: Aldi Alpian Indra

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengubah konsep pelaksanaan Pawai Budaya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang. Jika sebelumnya pawai digelar setiap 10 Agustus bertepatan dengan hari jadi kota dan didominasi aparatur sipil negara (ASN) serta organisasi perangkat daerah (OPD), tahun ini kegiatan dipindahkan ke 17 Agustus dengan melibatkan lebih banyak seniman, sanggar seni, paguron, komunitas budaya, dan pelajar.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan perubahan konsep tersebut merupakan hasil rapat persiapan yang bertujuan memberikan ruang lebih besar bagi pelaku seni untuk menampilkan kreativitasnya.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kami mengusulkan agar peserta lebih banyak berasal dari pelaku seni, sanggar seni, komunitas, serta sekolah yang memiliki kelompok kesenian. OPD nantinya berperan sebagai orang tua asuh bagi para peserta,” ujar Yudi, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, perubahan jadwal dari 10 Agustus menjadi 17 Agustus dilakukan karena adanya penyesuaian penggunaan kawasan stadion yang menjadi pusat rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk persiapan dan gladi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Pawai Budaya akan dimulai pukul 19.00 WIB dengan pusat kegiatan di kawasan Royal Baru. Pelaksanaan pada malam hari dipilih karena mempertimbangkan cuaca yang sedang memasuki musim kemarau sehingga dinilai lebih nyaman bagi peserta, terutama pelajar.

Untuk menghindari kegiatan berlangsung hingga larut malam, setiap kontingen hanya diberi waktu sekitar dua menit untuk menampilkan atraksi sebelum melanjutkan perjalanan mengikuti rute pawai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan pihaknya menjadi leading sector pelaksanaan Pawai Budaya sekaligus bertugas mengoordinasikan sekitar 10 ribu pelajar untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada pagi hari.

Menurut Ahmad Nuri, Pawai Budaya tahun ini diperkirakan diikuti 100 hingga 150 kontingen yang terdiri atas seniman, sanggar seni, paguron, komunitas budaya, sekolah, hingga paguyuban daerah. Setiap kontingen beranggotakan sekitar 50–70 orang sehingga jumlah peserta diperkirakan mencapai ribuan orang.

“Harapan kami, Pawai Budaya bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang untuk menunjukkan kekayaan budaya Kota Serang sekaligus meninggalkan kesan bagi masyarakat,” katanya.

Rute pawai dimulai dari kawasan Taman Sari, melintasi Royal Baru, Kertayasa, Jalan Juhdi, dan berakhir di kawasan Starbucks. Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Serang Kota juga akan melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan mulai sekitar pukul 16.00 WIB agar jalur pawai steril saat kegiatan berlangsung. (*)

Pos terkait