793,5 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan, 68 Hektare Alami Puso

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo, saat diwawancarai wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Kamis 30 Juli 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, mencatat ada 793,5 hektare lahan sawah terdampak kekeringan akibat musim kemarau, yang melanda dalam beberapa pekan terakhir.

Dari ratusan hektare tersebut ada 68 hektare di antaranya, dilaporkan mengalami puso atau gagal panen tersebar di Kecamatan Cikande ada 19 hektare, kemudian di Kecamatan Jawilan ada 49 hektare.

Bacaan Lainnya

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, total lahan sawah yang mengalami kekeringan secara kumulatif nya ada 810 hektare, namun ada yang terselamatkan sebanyak 16,5 hektare sisanya tinggal 793,5 hektare mengalami kekeringan.

“Yang bisa diselamatkan itu maksudnya padi bisa tumbuh kembali, setelah dilakukan pengairan air dengan pipanisasi udah hampir tidak kekeringan lagi, hanya tinggal sisanya 793,5 hektare,” katanya saat diwawancarai wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Kamis 30 Juli 2026.

Suhardjo mengatakan, dari 793,5 hektare rinciannya untuk kategori kekeringan ringan ada 389,5 hektare, kekeringan sedang ada 182,5 hektare, dan kategori kekeringan berat 170 hektar.

Sedangkan untuk yang terkena puso atau gagal panen ada 68 hektare, berada di Kecamatan Cikande 19 hektare dan Kecamatan Jawilan ada 49 hektare.

Kemudian wilayah yang terdampak kekeringan ada 10 kecamatan yaitu, Kecamatan Pamarayan di Desa Pasir Kembang, Desa Wirana, Desa Pasir Limus dan Desa Binong.

Selanjutnya Kecamatan Petir, ada Desa Cikedep, Desa Cirangkong, dan Desa Sambiluk, Kecamatan Tirtayasa di Desa Kemanisan, Desa Pontang Legok, dan Desa Kebon.

Ada juga di Kecamatan Tunjung Teja yakni di Desa Bojong Pandan, dan Desa Bojong Catang, lalu Kecamatan Padarincang di Desa Sukasari, dan Desa Kemuning.

“Kemudian Kecamatan Bandung di Desa Mandir, Desa Bandung, dan Desa Penamping, Kecamatan Tanara di Desa Tejo Ayu, Kecamatan Jawilan ada di Desa Junti, Desa Kareo, Desa Majasari, Desa Jawilan, Desa Pagindungan, Desa Kucup, dan Desa Masin Duwur. Kemudian di Kecamatan Kopo ada Desa Cidahu, Desa Nyompok, Desa Nanggung, Desa Mekarsari Baru, dan Desa Dagus, Kecamatan Pontang di Desa Liluk dan Desa Singarajan, dan Kecamatan Anyer di Desa Cikoneng dan Desa Tegal Manis,” ujarnya.

Dikatakan Suhardjo, upaya yang dilakukan mulai dari pemantauan secara secara berkala dan terus berkoordinasi baik dengan DPUPR Kabupaten Serang, BBWSC3 untuk mengaliri air dari bendungan untuk dimaksimalkan penggunaannya.

Kemudian pihaknya juga akan meminjam pompa dari Pemprov Banten, untuk dapat mengatasi kekurangan air.

“Penanganan ini untuk lahan sawah yang mengalami kekeringan supaya bisa terselamatkan bukan untuk yang mengalami Puso, karena kalau sudah Puso sudah tidak bisa diselamatkan,” ucapnya.

Kata Suhardjo, untuk yang mengalami puso atau gagal panen bakal diberikan penggantian benih padi, yang jumlahnya masih dalam penghitungan namun untuk per hektarenya membutuhkan 25 kilogram benih padi.

“Rata-ratanya mereka belum masuk ke dalam UTP, jadi kita hanya berikan bantuan benih padi, kita ajukan untuk pemberian bantuan benih,” tuturnya. (*)

 

Pos terkait