SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian menggelar Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan Angkatan I bagi pengelola perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 ini berlangsung pada 17–22 September 2026 di Hotel Aston Serang. Pelatihan diikuti 30 peserta dari Kabupaten Lebak, terdiri atas 27 laki-laki dan tiga perempuan.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pekebun, khususnya dalam pengelolaan usaha secara profesional. Peserta dibekali pemahaman mengenai pembukuan dan administrasi keuangan, pengelolaan kredit dan simpan pinjam, penyusunan proposal usaha, serta penerapan prinsip manajemen keuangan dalam kegiatan usaha.
Materi juga mencakup pengelolaan dan administrasi produksi, mekanisme serta tata kelola kegiatan usaha, dan materi pendukung lainnya. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan usaha perkebunan di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Saiful Bahri Maemun, Kepala Bidang Bina Usaha Pertanian dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Irwan Riyadi, serta Renata Dayang Naguratta Damanik dari BBPMKP Kementerian Pertanian.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Saiful Bahri Maemun mengatakan, potensi sektor perkebunan di Banten cukup besar dan perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, minimal para petani dapat melek keuangan dan memahami manajemen usaha tani. Jadi, petani tidak hanya menjalankan kegiatan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pribadi, tetapi ke depan diharapkan mampu mengembangkan usahanya sehingga dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain,” ungkap Saiful pada acara pembukaan, Kamis (17/9/2026).
Sementara itu, Renata Dayang Naguratta Damanik menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang telah mempercayakan pelaksanaan pelatihan kepada BBPMKP. Menurutnya, pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit.
“Peran Bapak dan Ibu sebagai pekebun sangat penting dalam mendukung peningkatan devisa dan perekonomian negara,” ujarnya.
Renata menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Banten memiliki areal perkebunan kelapa sawit sekitar 18.000 hektare. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.
Karena itu, peningkatan kualitas SDM pekebun menjadi penting. Keberhasilan usaha perkebunan tidak hanya ditentukan luas lahan, tetapi juga kemampuan pekebun menerapkan praktik budidaya yang baik, mengelola usaha secara profesional, melakukan pencatatan keuangan, meningkatkan efisiensi biaya, serta merespons tuntutan pasar.
“Ke depan diharapkan BPDP dapat lebih banyak mengakomodir pelatihan terkait dengan kebutuhan para pekebun, baik pelatihan teknis maupun manajemen,” pungkasnya. (*)











