CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel akan kedatangan perwakilan 54 pemerintah daerah (pemda) dari seluruh Indonesia dalam kegiatan Tangsel Expo yang digelar selama dua hari, 21-22 September 2026.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, puluhan pemda tersebut dijadwalkan hadir pada Senin, 21 September 2016. Mereka kemungkinan datang bersama kepala daerah, kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan kepala kantor pertanahan dari masing-masing kabupaten/kota.
“Kalau satu daerah membawa 10 orang, ada sekitar 540 orang,” ujarnya, Kamis, 17 September 2026.
Benymin menambahkan, kedatangan perwakilan pemda tersebut menjadi kesempatan bagi Kota Tangsel untuk memperkenalkan berbagai inovasi dan potensi yang dimiliki daerah.
Di kawasan Balai Kota Tangsel, nantinya akan dipamerkan teknologi tepat guna (TTG) hasil inovasi warga Kota Tangsel. Selain itu, produk-produk UMKM juga akan dipamerkan di Plaza Rakyat.
“Demikian juga dari Perhimpunan Anggrek Indonesia Kota Tangerang Selatan yang bunganya juga akan dipamerkan,” tambahnya.
Sementara itu, kegiatan yang dihadiri 54 kepala daerah tersebut akan berlangsung di lantai 4 Aula Blandongan. Benyamin meminta seluruh pegawai Pemkot Tangsel menjadi tuan rumah yang baik selama pelaksanaan Tangsel Expo.
Ia juga meminta seluruh persiapan dilakukan secara matang agar para tamu dari berbagai daerah mendapatkan pelayanan dan informasi yang baik.
“Saya minta semua pegawai, siapa pun kita, menjadi tuan rumah yang baik. Kalau ada yang bertanya, jawab sebagaimana kita ketahui. Cari komunikasi yang baik,” jelasya.
Benyamin menjelaskan, para asisten akan melakukan koordinasi, sementara camat dan lurah diminta ikut mempersiapkan pengisian Tangsel Expo, khususnya untuk menampilkan produk ekonomi kreatif dan UMKM dari masing-masing wilayah.
Menurut Benyamin, sejumlah organisasi seperti UP2K PKK, Dekranasda, dan Dharma Wanita juga telah menampilkan produk binaan UMKM dan ekonomi kreatif. “Nanti dari kecamatan saya minta para camat menggali potensi ekonomi kreatif yang khas di kecamatannya masing-masing, kemudian tampilkan,” tuturnya.
Benyamin berharap pelaksanaan Tangsel Expo selama dua hari dapat menjadi ruang promosi bagi produk lokal sekaligus memperluas jaringan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Kota Tangsel dengan daerah lain.
Selain menampilkan produk lokal, Pemkot Tangsel juga akan memperkenalkan inovasi terkait integrasi data pertanahan dan perpajakan. Inovasi tersebut mengintegrasikan Nomor Objek Pajak (NOP) yang dimiliki Bapenda dengan Nomor Induk Bidang (NIB) yang dimiliki kantor pertanahan.
“Dengan begitu, data riil aset milik masyarakat seperti apa bisa diketahui. Nantinya akan terjadi pembaruan pada SPPT PBB dan kemudian juga pada BPHTB dan seterusnya,” ungkapnya.
Benyamin berharap inovasi tersebut ke depan dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel. Ia juga meminta Bappeda membentuk tim kurasi untuk mengembangkan berbagai hasil inovasi pegawai Pemkot Tangsel.
Sementara BKPSDM diminta melakukan penilaian sehingga inovasi dan kreativitas pegawai dapat terus diapresiasi. “Jangan didiamkan selesai pada pemberian penghargaan, tapi kembangkan terus,” tegasnya.
Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel selama beberapa tahun terakhir juga rutin menggelar lomba teknologi tepat guna. Hasil inovasi dari lomba tersebut nantinya akan dipamerkan dalam Tangsel Expo.
“Mudah-mudahan ada yang bisa kita terapkan, mudah-mudahan ada yang bisa kita informasikan kepada masyarakat luas,” tutupnya. (*)











