KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung dunia pendidikan dan kelestarian lingkungan.
Melalui pemanfaatan limbah operasional Fly Ash Bottom Ash (FABA), perusahaan menyulap material sisa menjadi prasarana belajar yang aman dan nyaman bagi siswa di Kabupaten Tangerang.
Langkah ini diwujudkan melalui peresmian renovasi prasarana SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap capaian target Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan.
Renovasi yang dilakukan meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, penataan serta stabilisasi lahan, hingga pemadatan area halaman sekolah menggunakan paving block.
Menariknya, seluruh proses konstruksi mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah non B3 FABA dari operasional PLTU Lontar.
Adapun material konstruksi ramah lingkungan yang berhasil diaplikasikan dalam pembangunan ini mencakup 9.600 buah batako FABA, 13.200 buah paving block, 150 buah kanstin, dan 700 ton bottom ash untuk pemadatan lahan.
Pemanfaatan FABA ini menjadi bukti penerapan konsep ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah (value added) sekaligus menekan penggunaan sumber daya alam secara masif.
Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan kolaborasi aktif UBP Lontar bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas prasarana pendidikan.
“Sesuai regulasi yang berlaku, dunia usaha memiliki kewajiban menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). Apa yang dilakukan UBP Lontar adalah bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar, guna mempersiapkan generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin masa depan,” ujar Maesyal Rasyid.
Pada kesempatan yang sama, Senior Manajer PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Ria Indrawan menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya kapasitas daya listrik yang diproduksi, tetapi juga dari besarnya manfaat sosial yang dirasakan warga sekitar.
”Renovasi SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1 bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang. Kami berharap anak-anak dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, sehat dan penuh semangat,” ungkap Ria.
Tidak hanya peresmian gedung sekolah, rangkaian acara juga diselingi dengan penyerahan bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu di Desa Kemiri, Patramanggala, Lontar dan Karang Anyar.
Kegiatan diawali dengan atraksi pencak silat serta seni tari tradisional persembahan siswa.
Para murid juga diajak mengikuti sesi membatik di atas totebag bersama kelompok NOSATA, komunitas pembatik tuli mitra binaan UBP Lontar.
Sebagai penutup, relawan pegawai UBP Lontar memberikan edukasi interaktif mengenai proses pembangkitan listrik menggunakan simulasi miniatur PLTU, memberikan wawasan baru kepada para siswa mengenai dari mana energi listrik berasal dan bagaimana pemanfaatannya secara bijak. (ADV)











