Kota Tangsel Jadi Lokasi Studi Lapangan PKP Sumut

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) didampingi Sekretaris BPSDM Provinsi Sumatera Utara Agustinus Nadeak foto bersama dengan peserta studi lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dari BPSDM Provinsi Sumatera Utara. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel menjadi lokasi studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan pelayanan dan kemampuan manajerial peserta dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

Sekretaris BPSDM Provinsi Sumatera Utara Agustinus Nadeak menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Tangsel yang telah menerima dan memfasilitasi pelaksanaan studi lapangan tersebut.

Menurutnya, pembelajaran di lapangan penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai inovasi, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, pengelolaan sumber daya, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Para peserta perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah pemerintah daerah mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi, memanfaatkan teknologi, mengelola sumber daya, serta menjaga kualitas pelayanan yang terbaik,” ujarnya saat pembukaan studi lapangan pelayanan publik PKP II, III dan IV Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Serpong, Kamis, 8 Oktober 2026.

Agustinus menambahkan, Kota Tangsel dipilih sebagai salah satu lokasi studi lapangan karena dinilai memiliki pengalaman dalam mengembangkan transformasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Salah satu yang dipelajari peserta adalah pengembangan layanan digital melalui Kota Tangsel One yang mengintegrasikan informasi, aspirasi, pengaduan, serta berbagai layanan publik agar dapat diakses masyarakat secara lebih cepat dan mudah.

“Pemilihan Kota Tangsel sebagai lokasi studi lapangan menjadi kesempatan yang sangat baik, khususnya bagi rekan-rekan peserta untuk memperoleh pembelajaran langsung mengenai transformasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil pembelajaran dari praktik pemerintahan yang diterapkan di Kota Tangsel.

“Kami berharap kegiatan di lapangan ini tidak hanya menjadi tujuan seremonial, tapi benar-benar menjadi ruang belajar untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil pembelajaran secara langsung,” jelasnya.

Agustinus juga berpesan kepada peserta PKP agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan terbuka terhadap berbagai pembelajaran. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk menghadirkan perbaikan pelayanan yang nyata, terukur dan bermanfaat di unit kerja masing-masing.

“Jadikan setiap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk menghadirkan perbaikan yang nyata, terukur dan bermanfaat di unit kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, sebanyak 130 peserta PKP dari Provinsi Sumatera Utara mengikuti studi lapangan di Kota Tangsel. Para peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota serta instansi kementerian di wilayah Sumatera Utara.

“Mereka dari daerah kabupaten kota, dari kementerian yang ada di Sumatera Utara berkunjung untuk studi lapangan ke Kota Tangsel,” ujarnya.

Selama berada di Kota Tangsel, para peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah unit pelayanan dan perangkat daerah. Di antaranya pelayanan publik yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Bappelitbangda.

Benyamin mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran kepada peserta, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Pemkot Tangsel untuk mengevaluasi pelayanan publik yang selama ini dijalankan.

“Ini bagi kami juga untuk mengevaluasi seperti apa pelayanan publik di Kota Tangsel,” tutupnya. (*)

Pos terkait