Disnaker Tangerang Tempatkan 57 Pekerja Difabel Sepanjang 2026

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan saat diwawancarai Banten Ekspres.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mencatat sebanyak 57 penyandang disabilitas berhasil ditempatkan bekerja melalui berbagai kegiatan Job Fair sepanjang tahun ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan  mengatakan, para pekerja difabel yang terserap berasal dari sejumlah kategori disabilitas. Penempatan paling banyak berasal dari kelompok tunarungu, disusul tunawicara, tunadaksa, hingga tunanetra.

“Jadi Job Fair difabel kemarin itu kita sudah bisa menempatkan sebanyak 57 orang dengan beberapa kategori difabel. Yang pertama yang paling besar itu adalah tunarungu, yang kedua adalah tunawicara, yang ketiga adalah tunadaksa, yang terakhir adalah tunanetra,” ujarnya, Kamis (8/10).

Ia menjelaskan, penyerapan tenaga kerja difabel dalam setiap pelaksanaan Job Fair masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan formasi pekerjaan yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing penyandang disabilitas.

Menurutnya, tingkat penyerapan tenaga kerja difabel dalam setiap Job Fair masih berada di bawah 50 persen. Meski demikian, angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

“Memang tingkat penyerapannya masih di bawah 50 persen, tapi peningkatannya cukup signifikan,” katanya.

Disnaker, lanjutnya, juga tidak menetapkan target khusus jumlah pekerja difabel yang harus terserap. Hal itu lantaran kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan sangat bergantung pada formasi pekerjaan yang tersedia dan dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas.

“Kita enggak bisa mentargetkan karena kalau untuk difabel kan ada keterbatasan formasi,” jelasnya.

Dikatakannya, sejumlah perusahaan telah menjadi tempat penempatan pekerja difabel hasil fasilitasi Disnaker Kota Tangerang. Di antaranya Indomaret, pabrik VIP, pabrik Dinaplas, serta Alfamart.

Untuk meningkatkan penyerapan, kata dia, Disnaker terus melakukan pelatihan sekaligus membangun komunikasi dengan komunitas difabel. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kemampuan dan kebutuhan penyandang disabilitas agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kita terus melaksanakan pelatihan dan kerja sama serta diskusi dengan para komunitas difabel untuk disampaikan ke beberapa perusahaan yang memang bisa pekerjaannya itu dilakukan oleh kaum difabel,” ungkapnya.

Sementara itu, proses pendaftaran bagi penyandang disabilitas yang ingin mengikuti kesempatan kerja melalui program Disnaker tetap dilakukan melalui mekanisme yang sama dengan pencari kerja lainnya. Mereka dapat mendaftarkan diri melalui aplikasi Cakap Kerja yang terintegrasi dalam layanan Tangerang LIVE.

Dengan mekanisme tersebut, Disnaker berharap semakin banyak perusahaan yang membuka formasi pekerjaan ramah difabel sehingga peluang penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja di Kota Tangerang semakin terbuka. (*)

Pos terkait