TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjadi seorang pendidik bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan jiwa yang mendarah daging. Filosofi inilah yang tercermin dari perjalanan hidup Rizqi Widiarti, perempuan kelahiran Tangerang, 8 Desember 1981, yang kini menjabat sebagai Kepala SD Negeri Cikokol 3, Kecamatan Tangerang.
Di balik senyum ramahnya, tersimpan kisah inspiratif tentang konsistensi, kecintaan mendalam pada dunia anak-anak, serta semangat belajar yang tak pernah padam.
Ia dibesarkan di lingkungan keluarga tenaga pendidik, khususnya darah pendidik mengalir deras dari sang ayah yang merupakan seorang guru menjadi figur teladan utamanya sejak kecil.
“Ayah saya pensiunan guru, dulu beliau mengajar di Jakarta,” kata Rizqi saa ditemui, 8 Oktober 2026.
Kenangan masa kecil Rizqi diwarnai dengan permainan “guru-guruan” bersama teman sebayanya, sebuah pertanda awal dari cita-cita luhur yang sudah tertanam sejak dini.
“Dari kecil memang sudah suka jadi guru. Dulu waktu kecil usia SD sering suka jadi guru-guruan kayak gitu,” kenang Rizqi sambil tersenyum.
Tanpa keraguan melirik bidang lain, pilihannya sudah bulat sejak awal untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang keguruan. Lingkungan keluarga yang akrab dengan buku dan dunia akademis semakin memperkuat tekadnya untuk mendedikasikan hidup bagi kemajuan anak bangsa.
Langkah nyata Rizqi di dunia profesional dimulai saat ia mengajar di sekolah swasta, yakni TK Permata Hati di Bonang, Kabupaten Tangerang, selama dua tahun. Pengalaman ini menjadi batu loncatan berharga sebelum ia memutuskan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Tangerang pada tahun 2012.
Kala itu, proses seleksi diikuti oleh lebih dari 200 guru dan tenaga pendidik dengan sistem penyelenggaraan yang masih ditangani langsung oleh pemerintah daerah. Ia pun berhasil lolos seleksi yang kemudian penugasan pertamanya untuk mengajar di SDN Gembor 1, Kecamatan Jatiuwung selama kurang lebih tiga tahun.
Perjalanan kariernya terus berlanjut ketika ia dimutasi ke SDN Rawacana, Kecamatan Jatiuwung. Di sekolah inilah ia mengabdi dalam kurun waktu yang cukup panjang, mendampingi para siswa hingga akhir Desember 2025. Memasuki awal tahun tepatnya Januari 2026, amanah baru diemban olehnya sebagai Kepala Sekolah di SDN Cikokol 3, Kecamatan Tangerang.
Bagi sebagian orang, profesi guru kerap dibayangi oleh rutinitas dan beban administratif yang padat. Namun, pandangan berbeda justru dipegang teguh oleh Rizqi. Ia memandang proses belajar-mengajar bukan sebagai beban, melainkan sebuah bentuk rekreasi dan hiburan yang menyenangkan.
“Bagi saya mengajar itu sebuah rekreasi, hiburan dan sesuatu yang menyenangkan. Meski tugasnya seabrek, ketika mengajar tak terasa ada beban, karena saya menyukainya,” ungkap Rizqi.
Prinsip ini pula yang ia terapkan di dalam kelas: bagaimana agar para siswa merasa gembira dalam menerima materi pelajaran, sehingga ilmu dapat diserap dengan mudah dan tanpa tekanan.
Di tengah kesibukannya memimpin satuan pendidikan, semangat belajar ibu yang memiliki tiga buah hati ini patut diacungi jempol. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan jenjang strata dua (S2) di salah satu perguruan tinggi demi memperkaya wawasan kepemimpinan dan manajemen pendidikannya.
Dengan rekam jejak pengabdian lintas sekolah dasar di Kota Tangerang, mulai dari SDN Gembor 1, SDN Rawacana, hingga kini menakhodai SDN Cikokol 3, Rizqi Widiarti membawa misi yang kuat untuk masa depan dunia pendidikan.
Niat tulusnya sederhana namun berdampak besar, ia ingin terus meningkatkan mutu pendidikan dan memajukan dunia pendidikan, khususnya di Kota Tangerang.
Di bawah kepemimpinannya, SDN Cikokol 3, ia berharap tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu yang nyaman bagi siswa, tetapi juga melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, berdaya saing serta siap menghadapi tantangan zaman.(*)









